Pertanyaan di tangan, siapa yang benar-sesal? Pertemuan antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan komika Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan "Mens Rea" membuat kita tertawa, namun akhirnya membawa perdebatan tentang kondisi fisik mata Gibran. Mereka bertemu di media sosial dan muncul sebagai tokoh yang menarik sorotan publik.
Komika Pandji Pragiwaksono memecahkan es dengan candaan mengenai penampilan mata Gibran yang terlihat "mengantuk". Walaupun itu adalah bentuk humor, namun membuat orang lain tertawa dan kini banyak orang bertanya-tanya: apa itu Ptosis?
Menurut American Academy of Ophthalmology, Ptosis adalah kondisi ketika kelopak mata atas turun sehingga sebagian atau seluruh mata tertutup. Dalam kasus tertentu, kelopak mata dapat menutupi pupil dan mengganggu bahkan menghambat penglihatan secara signifikan.
Tapi, kenapa Ptosis dikaitkan dengan Gibran dan Pandji? Jawabannya terletak pada penampilan mata Wakil Presiden yang dianggap turun. Candaan dari Pandji kemudian memicu perbincangan luas mengenai kondisi tersebut.
Penyanyi yang juga berprofesi sebagai dokter bedah plastik, Tompi, menjelaskan bahwa bentuk mata Gibran merupakan kondisi anatomis yang bersifat bawaan sejak lahir. "Ptosis itu otot levator (kelopak mata) kepanjangan turun ke bawah, jadi mata dia tertutup, bukaan matanya tidak maksimal," kata Tompi.
Tapi, apa arti dari penampilan Gibran yang dianggap "mengantuk"? Apakah itu benar-benar menunjukkan kondisi Ptosis? Jawabannya adalah no. Kondisi tersebut hanya sebagian dari keseluruhan kecantikan mata Wakil Presiden.
Tentu saja, perlu kita ingat bahwa candaan yang di buat oleh Pandji adalah bagian dari bentuk humor dan tidak mengacu pada kondisi fisik Gibran secara serius.
Komika Pandji Pragiwaksono memecahkan es dengan candaan mengenai penampilan mata Gibran yang terlihat "mengantuk". Walaupun itu adalah bentuk humor, namun membuat orang lain tertawa dan kini banyak orang bertanya-tanya: apa itu Ptosis?
Menurut American Academy of Ophthalmology, Ptosis adalah kondisi ketika kelopak mata atas turun sehingga sebagian atau seluruh mata tertutup. Dalam kasus tertentu, kelopak mata dapat menutupi pupil dan mengganggu bahkan menghambat penglihatan secara signifikan.
Tapi, kenapa Ptosis dikaitkan dengan Gibran dan Pandji? Jawabannya terletak pada penampilan mata Wakil Presiden yang dianggap turun. Candaan dari Pandji kemudian memicu perbincangan luas mengenai kondisi tersebut.
Penyanyi yang juga berprofesi sebagai dokter bedah plastik, Tompi, menjelaskan bahwa bentuk mata Gibran merupakan kondisi anatomis yang bersifat bawaan sejak lahir. "Ptosis itu otot levator (kelopak mata) kepanjangan turun ke bawah, jadi mata dia tertutup, bukaan matanya tidak maksimal," kata Tompi.
Tapi, apa arti dari penampilan Gibran yang dianggap "mengantuk"? Apakah itu benar-benar menunjukkan kondisi Ptosis? Jawabannya adalah no. Kondisi tersebut hanya sebagian dari keseluruhan kecantikan mata Wakil Presiden.
Tentu saja, perlu kita ingat bahwa candaan yang di buat oleh Pandji adalah bagian dari bentuk humor dan tidak mengacu pada kondisi fisik Gibran secara serius.