Pemimpin Malaysia Menuntut Pelanggaran Hukum Internasional di Venezuela, Duga AS Langgeng!
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memuji keputusan hakim Pengadilan Pidana Internasional (PCI) untuk menghakimi Amerika Serikat dalam kasus penangkapan Presiden Venezuela NicolΓ‘s Maduro dan istrinya. Menurut Anwar, ini adalah langkah yang tepat untuk menegosiasikan perubahan.
Anwar menilai tindakan Amerika Serikat sebagai "pelanggaran serius terhadap hukum internasional" dan keadilan. Ia mengatakan, pemerintah Malaysia tidak akan mengesankan Presiden Maduro dan istrinya sampai mereka diberikan hak untuk dipertimbangkan dalam proses pemilihan umum yang dijadwalkan.
"Pemimpin Venezuela harus bebas menjalankan tanggung jawabnya sebagai kepala negara, tanpa campur tangan eksternal," kata Anwar. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah Malaysia akan terus mendukung Venezuela dalam menjalankan demokrasi dan keadilan.
Kemudian, Anwar mengatakan Amerika Serikat telah melakukan kesalahan dalam menyatakan bahwa Presiden Maduro ditangkap dan diterbangkan keluar dari negaranya. Menurutnya, ini adalah contoh "kekuasaan eksternal yang tidak sah terhadap negara berdaulat".
"Amerika Serikat harus mengakui kesalahan mereka dan mencari jalan tengah untuk menyelesaikan konflik di Venezuela," kata Anwar.
Jadi, apakah Amerika Serikat akan menghadapi hukuman dari PCI? Mari kita lihat.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memuji keputusan hakim Pengadilan Pidana Internasional (PCI) untuk menghakimi Amerika Serikat dalam kasus penangkapan Presiden Venezuela NicolΓ‘s Maduro dan istrinya. Menurut Anwar, ini adalah langkah yang tepat untuk menegosiasikan perubahan.
Anwar menilai tindakan Amerika Serikat sebagai "pelanggaran serius terhadap hukum internasional" dan keadilan. Ia mengatakan, pemerintah Malaysia tidak akan mengesankan Presiden Maduro dan istrinya sampai mereka diberikan hak untuk dipertimbangkan dalam proses pemilihan umum yang dijadwalkan.
"Pemimpin Venezuela harus bebas menjalankan tanggung jawabnya sebagai kepala negara, tanpa campur tangan eksternal," kata Anwar. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah Malaysia akan terus mendukung Venezuela dalam menjalankan demokrasi dan keadilan.
Kemudian, Anwar mengatakan Amerika Serikat telah melakukan kesalahan dalam menyatakan bahwa Presiden Maduro ditangkap dan diterbangkan keluar dari negaranya. Menurutnya, ini adalah contoh "kekuasaan eksternal yang tidak sah terhadap negara berdaulat".
"Amerika Serikat harus mengakui kesalahan mereka dan mencari jalan tengah untuk menyelesaikan konflik di Venezuela," kata Anwar.
Jadi, apakah Amerika Serikat akan menghadapi hukuman dari PCI? Mari kita lihat.