Tirto.com, Jumat (8/1/2026)
Penyebab Utama Tanah Ambles di Nagari Situjuah Batua Bukan Runtuh Batu Gamping.
Sejak beberapa hari terakhir, warga Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat (Sumbar), mengalami kerusakan tanah yang parah. Fenomena amblesan atau pergerakan tanah ini terjadi secara misterius dan mengejutkan warga.
Penyebab Utama Tanah Ambles di Nagari Situjuah Batua Bukan Runtuh Batu Gamping
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa penyebab utama amblesan tanah di Nagari Situjuah Batua bukan runtuh batu gamping. Menurut pelaksana tugas (plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, fenomena ini terjadi karena proses erosi buluh atau pengikisan tanah oleh aliran air bawah permukaan yang tidak secara tiba-tiba.
"Badan Geologi menyatakan bahwa amblesan diawali dengan terbentuknya rekahan di permukaan tanah, kemudian menjadi jalur masuk air ke dalam tanah dan membentuk rongga bawah permukaan hingga akhirnya tanah runtuh," jelas Lana.
Fenomena yang sama juga berpotensi terjadi di lokasi pertanian lain dengan kondisi geologi dan tata guna lahan serupa, terutama pada lahan pertanian intensif dengan sistem irigasi yang kurang baik.
Penyebab Utama Tanah Ambles di Nagari Situjuah Batua Bukan Runtuh Batu Gamping.
Sejak beberapa hari terakhir, warga Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat (Sumbar), mengalami kerusakan tanah yang parah. Fenomena amblesan atau pergerakan tanah ini terjadi secara misterius dan mengejutkan warga.
Penyebab Utama Tanah Ambles di Nagari Situjuah Batua Bukan Runtuh Batu Gamping
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjelaskan bahwa penyebab utama amblesan tanah di Nagari Situjuah Batua bukan runtuh batu gamping. Menurut pelaksana tugas (plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, fenomena ini terjadi karena proses erosi buluh atau pengikisan tanah oleh aliran air bawah permukaan yang tidak secara tiba-tiba.
"Badan Geologi menyatakan bahwa amblesan diawali dengan terbentuknya rekahan di permukaan tanah, kemudian menjadi jalur masuk air ke dalam tanah dan membentuk rongga bawah permukaan hingga akhirnya tanah runtuh," jelas Lana.
Fenomena yang sama juga berpotensi terjadi di lokasi pertanian lain dengan kondisi geologi dan tata guna lahan serupa, terutama pada lahan pertanian intensif dengan sistem irigasi yang kurang baik.