IHSG Diperkirakan Berlanjut Koreksi Setelah Melemah 0,07 Persen di Penutupan Hari Jumat. Kondisi ini membuat investor terpaksa untuk memantau kembali tren perdagangan di pasar saham.
Dalam rilisnya pada Senin, 24 November 2025, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas menuturkan bahwa peluang penurunan IHSG akan lebih kuat jika indeks domestik masih berada di bawah 8.463. Namun, apabila indeks tersebut melampaui level tersebut, maka IHSG akan mengalami rebound terlebih dahulu karena penutupan perdagangan hariannya tetap berada di atas support Fibonacci 8.363.
Adapun titik support IHSG berada pada level 8.363, 8.323, 8.255, dan 8.163. Sedangkan titik resistance berada di area 8.486, 8.595, dan 8.703.
Bisa diperkirakan bahwa peluang penurunan IHSG akan berlanjut setelah penutupan perdagangan hari Jumat. Oleh karena itu, investor perlu memantau kembali tren perdagangan di pasar saham dengan hati-hati.
Dalam rangka tersebut, Ivan Rosanova juga membocorkan 5 rekomendasi saham potensial cuan yang layak untuk dipertimbangkan oleh investor. Antara lain:
1. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan area beli pada level 1.800-1.820 dan target harga sebesar Rp 2.090.
2. PT Astra International Tbk (ASII) dengan rekomendasi buy on weakness di level 5.800-6.000 dan target harga sebesar Rp 6.800.
3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan rekomendasi hold pada level yang bersesuaian dan target harga sebesar Rp 4.130.
4. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dengan rekomendasi buy on weakness di level 4.350-4.500 dan target harga sebesar Rp 4.980.
5. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dengan rekomendasi buy on weakness pada level 1.150-1.170 dan target harga sebesar Rp 1.290.
Oleh karena itu, para investor perlu mempertimbangkan secara cermat untuk membeli saham-saham tersebut dalam jangka panjang.
Dalam rilisnya pada Senin, 24 November 2025, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas menuturkan bahwa peluang penurunan IHSG akan lebih kuat jika indeks domestik masih berada di bawah 8.463. Namun, apabila indeks tersebut melampaui level tersebut, maka IHSG akan mengalami rebound terlebih dahulu karena penutupan perdagangan hariannya tetap berada di atas support Fibonacci 8.363.
Adapun titik support IHSG berada pada level 8.363, 8.323, 8.255, dan 8.163. Sedangkan titik resistance berada di area 8.486, 8.595, dan 8.703.
Bisa diperkirakan bahwa peluang penurunan IHSG akan berlanjut setelah penutupan perdagangan hari Jumat. Oleh karena itu, investor perlu memantau kembali tren perdagangan di pasar saham dengan hati-hati.
Dalam rangka tersebut, Ivan Rosanova juga membocorkan 5 rekomendasi saham potensial cuan yang layak untuk dipertimbangkan oleh investor. Antara lain:
1. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan area beli pada level 1.800-1.820 dan target harga sebesar Rp 2.090.
2. PT Astra International Tbk (ASII) dengan rekomendasi buy on weakness di level 5.800-6.000 dan target harga sebesar Rp 6.800.
3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan rekomendasi hold pada level yang bersesuaian dan target harga sebesar Rp 4.130.
4. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dengan rekomendasi buy on weakness di level 4.350-4.500 dan target harga sebesar Rp 4.980.
5. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dengan rekomendasi buy on weakness pada level 1.150-1.170 dan target harga sebesar Rp 1.290.
Oleh karena itu, para investor perlu mempertimbangkan secara cermat untuk membeli saham-saham tersebut dalam jangka panjang.