Anak Influencer Didiuk Korban Bully, Pelecehan Teman SMP di Jaktim
Seorang anak perempuan dari seorang pemengaruh (influencer) diduga menjadi korban perundungan dan pelecehan seksual oleh teman sekolahnya di salah satu SMP Negeri Jakarta Timur. Peristiwa ini dimulai ketika salah satu teman anak tersebut, bernama R, mengajaknya menyambut tahun baru bersama beberapa waktu lalu. Namun, anak tersebut memilih pergi bersama orang tuanya.
Setelah itu, sang ayah (H) mendapat dugaan bahwa putrinya diduga menjadi korban perundungan dan pelecehan. Ia mengakui bahwa putrinya kerap menangis dan terlihat murung di rumah sejak liburan bersama keluarga.
Saat C kembali ke sekolah usai liburan, dia mendengar dari teman-temannya mengenai rencana rekan sekelasnya R pada tahun baru. Mendengar obrolan tersebut, anak tersebut bertanya langsung kepada R terkait niat membius saat pergi di Tahun Baru 2026.
Pada grup percakapan, R kembali ditegur C setelah muncul pembahasan tidak pantas terkait kakaknya. Ia juga mengakui bahwa anaknya diduga mengalami pelecehan seksual dan perundungan verbal sejak Februari 2025. Dugaan perundungan verbal itu, katanya, semakin intens terjadi pada November 2025.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur II, Horale, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman kasus tersebut.
Seorang anak perempuan dari seorang pemengaruh (influencer) diduga menjadi korban perundungan dan pelecehan seksual oleh teman sekolahnya di salah satu SMP Negeri Jakarta Timur. Peristiwa ini dimulai ketika salah satu teman anak tersebut, bernama R, mengajaknya menyambut tahun baru bersama beberapa waktu lalu. Namun, anak tersebut memilih pergi bersama orang tuanya.
Setelah itu, sang ayah (H) mendapat dugaan bahwa putrinya diduga menjadi korban perundungan dan pelecehan. Ia mengakui bahwa putrinya kerap menangis dan terlihat murung di rumah sejak liburan bersama keluarga.
Saat C kembali ke sekolah usai liburan, dia mendengar dari teman-temannya mengenai rencana rekan sekelasnya R pada tahun baru. Mendengar obrolan tersebut, anak tersebut bertanya langsung kepada R terkait niat membius saat pergi di Tahun Baru 2026.
Pada grup percakapan, R kembali ditegur C setelah muncul pembahasan tidak pantas terkait kakaknya. Ia juga mengakui bahwa anaknya diduga mengalami pelecehan seksual dan perundungan verbal sejak Februari 2025. Dugaan perundungan verbal itu, katanya, semakin intens terjadi pada November 2025.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur II, Horale, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman kasus tersebut.