Perang Rusia-Ukraina Terus Berlangsung, Apa yang Dibawa dari Pertemuan di Abu Dhabi?
Pertemuan antara negosiator Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat (AS) di Abu Dhab, Uni Emirat Arab (UEA), telah menghasilkan kesan bahwa perang yang berlangsung selama empat tahun tidak akan segera berakhir. Moskow tetap menuntut agar Kyiv menarik pasukannya dari wilayah-wilayah yang disita dan menolak penarikan pasukan secara sepihak.
Delegasi Ukraina dipimpin oleh Kepala Dewan Keamanan Rustem Umerov, sementara negosiator utama Rusia adalah Direktur Intelijen Militernya Igor Kostyukov. Pertemuan ini bertujuan untuk memajukan pembicaraan mengenai cara mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak tahun 2014.
Titik buntu utama pertemuan di Abu Dhabi adalah nasib jangka panjang wilayah di Ukraina timur. Moskow menuntut agar Kyiv menarik pasukannya dari sebagian besar wilayah Donbas, termasuk kota-kota berbenteng kuat yang berada di atas sumber daya alam yang luas, sebagai prasyarat kesepakatan apapun.
Namun, Kyiv tetap menolak penarikan pasukan secara sepihak dan menyatakan bahwa konflik harus dibekukan di sepanjang garis depan saat ini. Rusia menginginkan pengakuan internasional bahwa tanah yang disita dalam invasi adalah milik Rusia.
Pertemuan di Abu Dhabi juga menimbulkan kekhawatiran tentang kemajuan perang di Ukraina. Rusia telah mencatatkan kemajuan dengan biaya manusia yang sangat besar, berharap dapat bertahan lebih lama dan mengalahkan tentara Kyiv yang mulai kelelahan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menekankan pentingnya sekutu Barat meningkatkan pasokan senjata mereka serta memberikan tekanan ekonomi dan politik pada Kremlin untuk menghentikan invasi. Namun, banyak warga Ukraina yang masih pesimis tentang kemungkinan hasil pertemuan di Abu Dhabi.
"Kita harus bersiap untuk yang terburuk dan berharap yang terbaik," kata Petro, seorang penduduk Kyiv.
Pertemuan antara negosiator Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat (AS) di Abu Dhab, Uni Emirat Arab (UEA), telah menghasilkan kesan bahwa perang yang berlangsung selama empat tahun tidak akan segera berakhir. Moskow tetap menuntut agar Kyiv menarik pasukannya dari wilayah-wilayah yang disita dan menolak penarikan pasukan secara sepihak.
Delegasi Ukraina dipimpin oleh Kepala Dewan Keamanan Rustem Umerov, sementara negosiator utama Rusia adalah Direktur Intelijen Militernya Igor Kostyukov. Pertemuan ini bertujuan untuk memajukan pembicaraan mengenai cara mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak tahun 2014.
Titik buntu utama pertemuan di Abu Dhabi adalah nasib jangka panjang wilayah di Ukraina timur. Moskow menuntut agar Kyiv menarik pasukannya dari sebagian besar wilayah Donbas, termasuk kota-kota berbenteng kuat yang berada di atas sumber daya alam yang luas, sebagai prasyarat kesepakatan apapun.
Namun, Kyiv tetap menolak penarikan pasukan secara sepihak dan menyatakan bahwa konflik harus dibekukan di sepanjang garis depan saat ini. Rusia menginginkan pengakuan internasional bahwa tanah yang disita dalam invasi adalah milik Rusia.
Pertemuan di Abu Dhabi juga menimbulkan kekhawatiran tentang kemajuan perang di Ukraina. Rusia telah mencatatkan kemajuan dengan biaya manusia yang sangat besar, berharap dapat bertahan lebih lama dan mengalahkan tentara Kyiv yang mulai kelelahan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menekankan pentingnya sekutu Barat meningkatkan pasokan senjata mereka serta memberikan tekanan ekonomi dan politik pada Kremlin untuk menghentikan invasi. Namun, banyak warga Ukraina yang masih pesimis tentang kemungkinan hasil pertemuan di Abu Dhabi.
"Kita harus bersiap untuk yang terburuk dan berharap yang terbaik," kata Petro, seorang penduduk Kyiv.