Aldo Swastia Beri Saran dalam Mengadaptasi Sejarah Menjadi Film

"Sejarah Indonesia dalam Film: Apa Benar dan Fiksi?"

Sutradara Aldo Swastia mengungkapkan bahwa ada batas yang tidak pasti antara fakta dan fiksi dalam film sejarah. Meski demikian, filmat tersebut harus menjaga keberadaan peristiwa besar dan minimal mengolahnya.

Menurut Aldo, tim pembuat film harus menyuntikkan ide kreatif di ruang-ruang yang masih abu-abu atau belum ada kepastiannya. Di sana, dia memasukkan fiksi dalam cerita, yang didramatisasi dengan adegan-adegan tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa beberapa fakta dapat dipamerkan dengan nuansa yang sedikit berbeda. Namun, akhirnya semuanya tergantung pada pesan yang ingin disampaikan.

Selain itu, Aldo menekankan pentingnya tidak mengubah secara drastis adegan yang sudah diketahui secara resmi, kecuali jika hanya sekecil-sekecil. Dia juga memperjelas bahwa penggunaan bahasa Indonesia adalah pilihan yang tepat untuk pembuatan film tentang sejarah Indonesia.

Pembuat film harus masuk dalam era yang telah ditentukan dan menghadirkan resonansi dengan sejarah sehingga dapat memberikan pesan dan misi yang jelas pada penonton.
 
Film tentang sejarah Indonesia pasti punya batas kreatifnya, tapi nggak bisa dibela. Karena peristiwa-peristiwa besar di Indonesia seperti itu, film harus punya nuansa fiksi atau realitas, tapi juga harus ada kepastian siapa tau.
 
Aku pikir film tentang sejarah Indonesia harus benar-benar benar, kalau pun ada yang fiksi pun harus spesifik banget sih apa adegannya dari fakta mana. Tapi aku rasa kalau ada batas yang tidak pasti sama aja, karena sejarah itu kompleks dan banyak hal yang masih belum dipahami.
 
Gue pikir ada sesuatu yang tidak beres di sini... Film tentang sejarah Indonesia itu pasti memiliki agenda bukan? Mereka hanya menampilkan beberapa peristiwa besar saja, tapi apa dengan yang lain? Gue tahu ada banyak rahasia yang belum terungkap. Dan apakah mereka benar-benar mengutuhkan fakta atau ada yang diubah-ubah? Gue ragu-ragu kan... Mungkin itu film ini hanya untuk mempengaruhi pikiran kita dan membuat kita menganggap sesuatu sebagai benar ketika sebenarnya tidak. ๐Ÿค”๐ŸŽฅ
 
Film tentang sejarah Indonesia pasti harusnya punya nuansa realistis, tapi juga bisa ada sedikit fiksi yang menariknya ๐Ÿ˜Š. Misalnya, cerita di balik peristiwa besar, seperti revolusi atau proklamasi kemerdekaan. Jangan salah paham, jika adegan-adegan itu dipamerkan dengan nuansa yang tidak terlalu realistis, tapi pasti harusnya ada kesan yang benar-benar Indonesia dan menarik perhatian penonton kita ๐ŸŒด. Saya rasa penting juga buat pembuat film harus memilih apa saja yang ingin disampaikan, jangan paksa-paksa ingin mengubah semua, karena itu bisa membuat film terkesan tidak masuk akal ๐Ÿคฏ.
 
Maksudnya kalau film tentang sejarah itu harus jadi cerita yang menarik, tapi juga harus bisa membuat kita ingat apa-apa yang terjadi di masa lalu ๐Ÿค”. Mungkin bisa buat seseorang yang belum pernah tahu tentang kejadian itu untuk mulai ketahuan ๐Ÿ˜Š. Saya pikir penting kalau pembuat film itu tidak terlalu serius, tapi juga tidak ngeleleh-leleh ๐Ÿ˜…. Jadi, kalau ada bagian yang fiksi, harus bisa jelas dinyatakan, jadi penonton tidak salah paham apa yang benar dan apa yang buat kreasikan ๐ŸŽฅ๐Ÿ‘
 
Film tentang sejarah Indonesia pasti harus sambil cerita, ya... tidak boleh dipaksa semua fakta, tapi bisa ditambal dengan kreatif aja... seperti di film Bumi Manusia sih, itu ada banyak hal yang fiksi tapi tetap nggak pernah membuat kebisingan ya...
 
Film tentang sejarah Indonesia? Eh, aku rasa pentingnya di sana bukan soal bagaimana benar atau fiksi, tapi bagaimana bisa bikin film yang tidak membosankan ya? Semua peristiwa besar pasti sudah diketahui, jadi apa yang bisa bikin mereka berbeda adalah cara ceritanya disampaikan. Aku rasa membuatnya lebih menarik dengan cara memasukkan fiksi dan nuansa-nuansanya. Misalnya, aku penasaran bagaimana caranya film itu akan menggambarkan peristiwa-peristiwa besar Indonesia tanpa mengubahnya secara drastis, kayaknya agak sulit ya?
 
Film tentang sejarah Indonesia pasti butuh kreativitas, tapi juga harus sabar-sabaran, ya ๐Ÿ˜Š. Jangan terlalu berlebihan dengan fiksi, tapi ganti dengan wajah peristiwa-peristiwa yang ada di masa lalu. Tapi, jangan lupa ceritanya juga bisa sedikit menyesatkan, ya ๐Ÿ˜‰.
 
Film tentang sejarah Indonesia ini pasti seru banget, tapi harus dipikirkan juga apakah ada batas antara apa yang benar dan apa yang fiksi aja. Saya pikir membuat film yang bisa menunjukkan peristiwa besar kita dengan cara yang kreatif sederhana aja sudah cukup bagus. Kalau mau dibuat lebih dramatis, itu juga bisa jadi opsi. Yang penting adalah pesan yang ingin disampaikan nanti, siapa tahu bisa membuat orang-orang lebih peduli dengannya ๐ŸŽฅ๐Ÿ‘
 
Film tentang sejarah Indonesia itu kayaknya penting banget, tapi kita gak boleh salah paham apa yang benar dan apa yang fiksi aja... Saya pikir kadang-kadang film seperti itu bisa menjadi wadah bagus untuk menceritakan kehidupan rakyat biasa, tapi gak selalu pasti benar-benar seperti di filmnya ๐Ÿค”

Saya suka ketika sutradara Aldo Swastia bilang kalau harus menyuntikkan ide kreatif di ruang-ruang yang masih abu-abu, itu kayaknya realistis banget. Kita gak boleh menutupi sejarah dengan hanya mengulangi saja cerita-cerita klasik, tapi harus mencoba untuk memberikan sentuhan yang lebih modern dan kreatif. ๐ŸŽฅ

Tapi, saya rasa penting juga untuk tidak mengubah secara drastis adegan yang sudah diketahui secara resmi, kecuali jika itu benar-benar perlu. Kita gak boleh menyesatkan penonton dengan informasi palsu atau manipulatif, tapi harus berusaha untuk memberikan pesan dan misi yang jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi di Indonesia. ๐Ÿ’ฏ
 
Film biografi itu kayaknya harus jujur dulu, tapi juga harus ada sedikit kreatifnya, ya? Kalau nggak, film itu kayaknya bakal bosan aja. Sutradara Aldo benar kalau dia bilang harus memasukkan fiksi ke dalam cerita, tapi juga harus jelasin apa yang pasti dan apa yang tidak. Contohnya kayaknya film biografi tentang Presiden Soekarno bisa membuat adegan penting di masa lalu seperti proklamasi kemerdekaan itu, tapi juga bisa menambahkan sedikit drama ke dalam cerita, ya?

Dan aku setuju dengan Aldo kalau penggunaan bahasa Indonesia adalah pilihan yang tepat, karena film biografi itu harus bisa berkomunikasi dengan masyarakat umum. Kalau penggunaan bahasa Inggris atau bahasa lainnya, maka film itu kayaknya tidak akan bisa berkesan dan memahami dengan baik. Yang penting adalah film itu bisa memberikan pesan dan misi yang jelas pada penonton, ya! ๐Ÿ“š๐ŸŽฅ
 
Film ini pasti seru banget, tapi gak boleh salah paham, yaudah adegan apa pun ada di film itu pasti harusnya ada alasannya, tapi gak ada alasan yang bisa membuktikan bahwa itu benar-benar terjadi. Film itu kayak seperti main game Historia, nanti penonton bakal kebingungan sih, mau percaya atau tidak ๐Ÿค”.
 
Film tentang sejarah Indonesia pasti punya perbedaan antara apa benar dan apa fiksi, tapi aku pikir film harus bisa menunjukkan bagaimana kejadian-kejadian penting dalam sejarah kita seolah-olah terjadi. Misalnya, ada banyak hal yang tidak diketahui oleh masyarakat umum, jadi kita harus punya kreativitas untuk mengisihkannya dalam film.

Tapi aku juga pikir ada batas yang tidak boleh dilanggar, seperti hal-hal yang benar-benar berdarah-darah, kita harus jujur mengisinya dalam film. Yang penting adalah film harus bisa memberikan pesan dan misi yang jelas kepada penontonnya.
 
Film apa sih nih? aku pikir film ini bakalan banyak mengejutkan orang banget... tapi kalau aku benar-benar tidak paham, apakah ada bagian di film ini yang tidak pasti sih? aku senang melihat bahwa mereka masih mengolah fakta-fakta besar di Indonesia dalam film ini. Aku rasa film ini bakalan seru banget untuk disaksikan! ๐Ÿ˜†
 
film-sejarah kayaknya harus bisa bikin penonton tidak sabar ingin tahu lebih lanjut tentang apa yang terjadi! tapi kalo ada hal hal yang bikin konfus, aku rasa ada masalah karena pembuatannya kalau tidak sengaja membecharko informasi. tapi secara umum aku pikir film ini bisa bikin sejarah lebih menarik deh ๐Ÿ˜Š๐ŸŽฅ
 
Film tentang sejarah Indonesia pasti harusnya cerdas banget, ga? Mungkin ada batas antara apa yang benar dan apa yang fiksi, tapi secara keseluruhan harusnya masih bisa menunjukkan bagaimana peristiwa-peristiwa penting itu berjalan. Saya pikir penggunaan bahasa Indonesia untuk film tentang sejarah Indonesia adalah pilihan yang tepat, karenanya sih banyak orang Indonesia yang punya sumber daya informasi dan pengetahuannya di situ. Tapi, aku masih ragu-ragu apakah membuat adegan adegan fiksi itu bisa jadi bikin penonton terkejut atau tidak, nih ๐Ÿค”
 
Film tentang sejarah Indonesia pasti akan gak ada akhirnya, sama sekali! Siapa yang bilang bahwa semua cerita di film itu benar? Ada yang bilang, tapi siapa yang tahu pasti benar? Film itu jadi cerita yang dibuat-buat aja. Dan apa dengan hal ini?
 
Film tentang sejarah Indonesia pasti harusnya makin seru nih, tapi kadang adegan-adegan di dalamnya terasa sedikit jelek. Mungkin ada yang berpikir, 'oh aku bisa bikin cerita lebih menarik' dan kemudian aku tambahkan kejutan atau sesuatu yang tidak ada di buku sejarah, tapi sih tidak perlu ya?

Aku pikir penulis skenario harusnya makin teliti dalam memilih apa yang akan ditampilkan di layar. Adegan yang bisa dibuat menarik tapi masih masuk akal dengan cerita buku sejarah itu pasti lebih baik dari adegan yang tidak ada di sejarah.
 
kembali
Top