Israel menyerang Lebanon dengan menggunakan drone pada Senin (12/1/2026), menyebabkan seorang pengendara sepeda motor terluka. Serangan tersebut menargetkan sekitar Kota Tirus dan Siddiqin, salah satu daerah yang diklaim menjadi tempat infrastruktur militer Hizbullah.
Pihak Israel mengklaim bahwa serangan tersebut dilakukan untuk menyerang kombatan dan infrastruktur Hizbullah sebagai tanggapan atas pelanggaran terus-menerus yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Namun, upaya militer Lebanon dalam melucuti senjata Hizbullah di kawasan Sungai Litani masih tidak cukup bagi pihak Israel.
Lebanon mengeluh karena pasukan Israel masih bersiaga di lima wilayah selatan Lebanon dan membangun dinding beton di sekitar beberapa daerah, termasuk wilayah yang termasuk dalam garis demarkasi penarikan pasukan. Serangan ini meningkatkan kekhawatiran akan pecahnya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah.
Pihak Lebanon mengklaim bahwa pelucutan senjata di Sungai Litani merupakan tahap pertama dari rencana nasional untuk membongkar fasilitas persenjataan Hizbullah di wilayah perbatasan. Namun, pihak Israel berpendapat bahwa upaya militer Lebanon tersebut tidak cukup dan harus diintensifkan.
Serangan ini menunjukkan bahwa meskipun ada kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah, namun masih banyak perdebatan dan ketidakpastian mengenai pelaksanaan kesepakatan tersebut.
Pihak Israel mengklaim bahwa serangan tersebut dilakukan untuk menyerang kombatan dan infrastruktur Hizbullah sebagai tanggapan atas pelanggaran terus-menerus yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Namun, upaya militer Lebanon dalam melucuti senjata Hizbullah di kawasan Sungai Litani masih tidak cukup bagi pihak Israel.
Lebanon mengeluh karena pasukan Israel masih bersiaga di lima wilayah selatan Lebanon dan membangun dinding beton di sekitar beberapa daerah, termasuk wilayah yang termasuk dalam garis demarkasi penarikan pasukan. Serangan ini meningkatkan kekhawatiran akan pecahnya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah.
Pihak Lebanon mengklaim bahwa pelucutan senjata di Sungai Litani merupakan tahap pertama dari rencana nasional untuk membongkar fasilitas persenjataan Hizbullah di wilayah perbatasan. Namun, pihak Israel berpendapat bahwa upaya militer Lebanon tersebut tidak cukup dan harus diintensifkan.
Serangan ini menunjukkan bahwa meskipun ada kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah, namun masih banyak perdebatan dan ketidakpastian mengenai pelaksanaan kesepakatan tersebut.