Iran tidak mudah digoyahkan, apalagi dihancurkan oleh militer negara mana pun, termasuk Amerika Serikat (AS). Menurut Pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, Iran merupakan salah satu pusat peradaban awal yang menumbuhkan semangat besar untuk menjaga marwah bangsa.
Kepemimpinan Iran relatif dihormati dan dicintai oleh masyarakatnya karena dianggap menunjukkan keteladanan ideologis serta berupaya memenuhi kebutuhan dasar rakyat dalam kerangka kemandirian nasional dan perlawanan terhadap dominasi asing. Alasan ini membuat Iran lebih kuat dan tidak mudah dipengaruhi oleh luar.
Selain itu, Iran memiliki kekuatan militer yang mandiri dan autentik, dengan teknologi pertahanan yang dikembangkan di dalam negeri tanpa ketergantungan signifikan pada pihak luar. Peluru kendali telah disiapkan untuk berbagai jarakโpendek, menengah, hingga jauhโtermasuk untuk menghadapi kapal induk di kawasan Timur Tengah.
Jika Amerika Serikat menyerang Iran, langkah ini (blokade) sangat mungkin dilakukan. Negara-negara Teluk berada dalam tingkat kewaspadaan tinggi terhadap kemungkinan pembalasan Iran. Jika Iran diserang, respons balasan dapat berupa peluncuran misil dalam jumlah besar yang mengguncang kawasan Timur Tengah.
Saat ini, Iran disebut memiliki stok peluru kendali dalam jumlah sangat besar. Alasan lainnya adalah keengganan serius negara-negara NATO untuk mendukung serangan langsung terhadap Iran. NATO dinilai telah belajar dari AS yang juga menggunakan tekanan ekonomi sebagai alat geopolitik.
Dalam skenario konflik terbuka, Iran berpotensi melakukan blokade Selat Hormuz yang akan berdampak besar terhadap lalu lintas energi dan perdagangan global. Dengan demikian, Iran tetap menjadi pilar penting di kawasan Timur Tengah dan tidak mudah dikalahkan oleh negara lain.
Kepemimpinan Iran relatif dihormati dan dicintai oleh masyarakatnya karena dianggap menunjukkan keteladanan ideologis serta berupaya memenuhi kebutuhan dasar rakyat dalam kerangka kemandirian nasional dan perlawanan terhadap dominasi asing. Alasan ini membuat Iran lebih kuat dan tidak mudah dipengaruhi oleh luar.
Selain itu, Iran memiliki kekuatan militer yang mandiri dan autentik, dengan teknologi pertahanan yang dikembangkan di dalam negeri tanpa ketergantungan signifikan pada pihak luar. Peluru kendali telah disiapkan untuk berbagai jarakโpendek, menengah, hingga jauhโtermasuk untuk menghadapi kapal induk di kawasan Timur Tengah.
Jika Amerika Serikat menyerang Iran, langkah ini (blokade) sangat mungkin dilakukan. Negara-negara Teluk berada dalam tingkat kewaspadaan tinggi terhadap kemungkinan pembalasan Iran. Jika Iran diserang, respons balasan dapat berupa peluncuran misil dalam jumlah besar yang mengguncang kawasan Timur Tengah.
Saat ini, Iran disebut memiliki stok peluru kendali dalam jumlah sangat besar. Alasan lainnya adalah keengganan serius negara-negara NATO untuk mendukung serangan langsung terhadap Iran. NATO dinilai telah belajar dari AS yang juga menggunakan tekanan ekonomi sebagai alat geopolitik.
Dalam skenario konflik terbuka, Iran berpotensi melakukan blokade Selat Hormuz yang akan berdampak besar terhadap lalu lintas energi dan perdagangan global. Dengan demikian, Iran tetap menjadi pilar penting di kawasan Timur Tengah dan tidak mudah dikalahkan oleh negara lain.