"AS Siap Membangun Kepemimpinan di Timur Tengah, Menargetkan Iran"
Amerika Serikat (AS) telah mempersiapkan diri untuk mengambil tindakan lebih serius dalam menghadapi konflik di Iran yang masih berlangsung. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS memiliki opsi untuk melakukan intervensi militer yang besar di negara tersebut, termasuk serangan langsung dan penggunaan senjata siber.
Trump mengatakan bahwa AS telah mempertimbangkan opsi ini karena pemerintah setempat dianggap melewati batas dalam penanganan para demonstran. Ia juga menyebut bahwa Iran mulai terbuka dengan dialog setelah AS melakukan operasi militer menculik Nicolas Maduro dari Venezuela.
Namun, Iran sendiri menyatakan bahwa mereka tidak segan melawan AS dan Israel jika intervensi militer benar terjadi. Jika Iran diserang, wilayah pendudukan maupun pusat militer, pangkalan, dan kapal Amerika di Timur Tengah akan menjadi target sah mereka.
Konflik ini dimulai sejak dua minggu lalu ketika jebloknya ekonomi Iran membuat harga pangan naik dan menyebabkan masyarakat sipil melakukan aksi protes secara nasional. Pemerintah Iran memberlakukan pembatasan akses internet di negara tersebut, yang menyulitkan proses pengawasan terhadap demonstrasi.
Sementara itu, gelombang protes yang meluas di wilayah Iran telah menewaskan setidaknya 538 orang, sebanyak 490 di antaranya merupakan pengunjuk rasa. Sejumlah target juga ditetapkan untuk diserang oleh otoritas Iran jika intervensi militer AS terjadi.
Dengan demikian, konflik di Iran semakin memanas dan AS siap membantu warga sipil Iran dalam menghadapi situasi ini.
Amerika Serikat (AS) telah mempersiapkan diri untuk mengambil tindakan lebih serius dalam menghadapi konflik di Iran yang masih berlangsung. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS memiliki opsi untuk melakukan intervensi militer yang besar di negara tersebut, termasuk serangan langsung dan penggunaan senjata siber.
Trump mengatakan bahwa AS telah mempertimbangkan opsi ini karena pemerintah setempat dianggap melewati batas dalam penanganan para demonstran. Ia juga menyebut bahwa Iran mulai terbuka dengan dialog setelah AS melakukan operasi militer menculik Nicolas Maduro dari Venezuela.
Namun, Iran sendiri menyatakan bahwa mereka tidak segan melawan AS dan Israel jika intervensi militer benar terjadi. Jika Iran diserang, wilayah pendudukan maupun pusat militer, pangkalan, dan kapal Amerika di Timur Tengah akan menjadi target sah mereka.
Konflik ini dimulai sejak dua minggu lalu ketika jebloknya ekonomi Iran membuat harga pangan naik dan menyebabkan masyarakat sipil melakukan aksi protes secara nasional. Pemerintah Iran memberlakukan pembatasan akses internet di negara tersebut, yang menyulitkan proses pengawasan terhadap demonstrasi.
Sementara itu, gelombang protes yang meluas di wilayah Iran telah menewaskan setidaknya 538 orang, sebanyak 490 di antaranya merupakan pengunjuk rasa. Sejumlah target juga ditetapkan untuk diserang oleh otoritas Iran jika intervensi militer AS terjadi.
Dengan demikian, konflik di Iran semakin memanas dan AS siap membantu warga sipil Iran dalam menghadapi situasi ini.