Washington berencana menggelar latihan kesiapan militer dengan komitmen untuk menunjukkan kemampuan tempur AS, di samping itu pihaknya juga siap-serang Iran dalam wilayah yang dikuasai oleh Komando Pusat Amerika Serikat. Latihan ini akan dilaksanakan pada beberapa hari berturut-turut dan dipimpin oleh komando pusat Angkatan Udara AS.
Menurut sumber kejutan AS, kapal induk USS Abraham Lincoln telah memasuki wilayah tanggung jawab Komando Pusat Amerika Serikat di Samudra Hindia. Pihaknya juga menyatakan bahwa Air Forces Central akan melaksanakan latihan kesiapan untuk menunjukkan kemampuan mengerahkan, menyebarkan, dan mempertahankan kekuatan udara tempur.
Latihan tersebut akan difokuskan pada pergerakan cepat personel dan pesawat, operasi yang tersebar di lokasi darurat, dukungan logistik dengan jejak operasional yang minimal, serta komando dan pengendalian terpadu lintas negara dalam wilayah yang luas. Tim AFCENT akan dikerahkan ke sejumlah lokasi darurat untuk melatih prosedur penyiapan, peluncuran, dan pemulihan operasi dengan menggunakan paket dukungan yang kecil dan efisien.
Seluruh kegiatan ini akan dilaksanakan dengan persetujuan negara tuan rumah serta dalam koordinasi erat dengan otoritas penerbangan sipil dan militer setempat. Menurut AFCENT, latihan ini bermaksud untuk menunjukkan kehadiran AS yang kredibel dan siap tempur guna mencegah agresi, mengurangi risiko kesalahpahaman, serta meyakinkan para mitra regional.
Pihak AS juga telah memasuki wilayah tanggung jawab Komando Pusat Amerika Serikat di Samudra Hindia dengan kapal-kapal Angkatan Laut yang terdiri dari 6 kapal induk. Namun, tidak ada informasi tentang jenis senjata yang digunakan oleh kapal induk tersebut.
Namun, pihak AS tidak hanya mempersiapkan diri untuk menghadapi Iran secara langsung melainkan juga menyiapkan diri untuk menghadapi potensi intervensi militer dari negara-negara lain seperti Rusia dan Tiongkok.
Menurut sumber kejutan AS, kapal induk USS Abraham Lincoln telah memasuki wilayah tanggung jawab Komando Pusat Amerika Serikat di Samudra Hindia. Pihaknya juga menyatakan bahwa Air Forces Central akan melaksanakan latihan kesiapan untuk menunjukkan kemampuan mengerahkan, menyebarkan, dan mempertahankan kekuatan udara tempur.
Latihan tersebut akan difokuskan pada pergerakan cepat personel dan pesawat, operasi yang tersebar di lokasi darurat, dukungan logistik dengan jejak operasional yang minimal, serta komando dan pengendalian terpadu lintas negara dalam wilayah yang luas. Tim AFCENT akan dikerahkan ke sejumlah lokasi darurat untuk melatih prosedur penyiapan, peluncuran, dan pemulihan operasi dengan menggunakan paket dukungan yang kecil dan efisien.
Seluruh kegiatan ini akan dilaksanakan dengan persetujuan negara tuan rumah serta dalam koordinasi erat dengan otoritas penerbangan sipil dan militer setempat. Menurut AFCENT, latihan ini bermaksud untuk menunjukkan kehadiran AS yang kredibel dan siap tempur guna mencegah agresi, mengurangi risiko kesalahpahaman, serta meyakinkan para mitra regional.
Pihak AS juga telah memasuki wilayah tanggung jawab Komando Pusat Amerika Serikat di Samudra Hindia dengan kapal-kapal Angkatan Laut yang terdiri dari 6 kapal induk. Namun, tidak ada informasi tentang jenis senjata yang digunakan oleh kapal induk tersebut.
Namun, pihak AS tidak hanya mempersiapkan diri untuk menghadapi Iran secara langsung melainkan juga menyiapkan diri untuk menghadapi potensi intervensi militer dari negara-negara lain seperti Rusia dan Tiongkok.