AJI Ungkap Pelaku Kekerasan Terhadap Jurnalis Mayoritas Polri

Kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia terus meningkat, menurut Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Menurut Erick Tanjung, ketua bidang advokasi AJI, 75 kasus kekerasan yang dialami jurnalis tercatat sejak Januari sampai Oktober 2025. Kekerasan ini tidak hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga oleh aktor lain seperti kriminalisasi.

Erick menekankan bahwa para jurnalis tidak boleh dipidanakan hanya karena kerja-kerja jurnalistiknya. "Kriminalisasi terhadap pers yang masih terjadi," ucapnya.

Ia juga meminta para anggota kepolisian untuk memahami bahwa kerja-kerja jurnalistik telah dilindungi oleh Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. "Kerja-kerja pers itu dilindungi oleh Undang-Undang, dan tidak boleh ada upaya penghalang-halangan atau menghambat kerja-kerja jurnalis di lapangan," sebutnya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh AJI, dari tahun 2023 sampai Oktober 2025, sudah tercatat 73 kasus kekerasan terhadap jurnalis. Tren baru menunjukkan adanya serangan digital terhadap jurnalis, dengan total 20 kasus sejak Januari sampai Oktober 2025.

Menurut Erick, serangan terhadap jurnalis setiap tahunnya angkanya meningkat. Dan untuk aktor pelaku paling banyak memang adalah anggota kepolisian.
 
Maksud sih apa lagi yang bisa dibicarakan kalau nggak kekerasan terhadap jurnalis? Seperti gini, ada 75 kasus! Itu sangat mengkhawatirkan, tapi kayaknya kita harus lebih fokus pada solusi bukan hanya memprotes atau membuat keributan. Saya bayangkan kalau jurnalis bisa bekerja dengan damai, siapa tahu aku pun bisa membuat konten yang lebih seru ๐Ÿ˜‚. Tapi serius, Erick benar-benar benar, kita harus memahami bahwa kekerasan terhadap jurnalis adalah masalah yang serius dan perlu diatasi segera.
 
Gak enak banget dengerin kasus-kasus kekerasan itu terhadap para jurnalis ๐Ÿ˜ฉ. Kekerasan ini tidak boleh terjadi, kita harus bisa percaya bahwa orang yang bekerja di lapangan berita punya hak-hak yang sama dengan kita. Jika ada upaya kriminalisasi terhadap jurnalis, itu bukanlah hal yang baik untuk sistem pers kita ๐Ÿค•. Mereka yang bekerja di pers harus diberi perlindungan lebih. Kita juga harus bisa memahami bahwa serangan digital terhadap jurnalis pun bukan cuma sekedar "banter" atau diskusi, tapi itu adalah bentuk kekerasan yang sama ๐Ÿ’”.
 
๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ“ฐ๐Ÿ’ฅ Kekerasan di kalangan jurnalis pasti harus diatasi dengan cepat ๐Ÿ’ช! Jurnalisme itu untuk memperbawa masyarakat informasi yang akurat ๐Ÿ’ก, bukan untuk dipenjara ๐Ÿšซ karena kerja-kerja mereka. ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ Aktor kepolisian juga harus mau berubah ๐Ÿ˜ณ, jangan hanya berlaku menindak lawan tanpa mempertimbangkan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan ๐Ÿ”.

Jurnalisme yang aman dan nyaman bagi para penulis itu kunci utama ๐Ÿค. Mereka tidak boleh dipenjara karena mengejar berita atau mengungkap kebenaran ๐Ÿ’ป, tapi ada aturan hukum yang jelas untuk melindungi mereka seperti UU Nomor 40 Tahun 1999 ๐Ÿ”’.

Kita harus sangat memperhatikan hal ini dan memberikan dukungan kepada para jurnalis di Indonesia ๐Ÿ’ช!
 
Dulu aku pernah liat teman-temanku yang jurnalis dikejar oleh polisi di kantor mereka, dan aku pikir itu tidak bisa terjadi lagi ๐Ÿค•. Aku bingung siapa nanti yang akan menjadi korban kekerasan karena kerja-kerja mereka sebagai jurnalis. Kekerasan ini bukan hanya dilakukan oleh kepolisian, tapi juga ada kriminalisasi yang berat sekali ๐Ÿ’”.

Aku pikir orang-orang perlu memahami bahwa jurnalisme itu tidak boleh dihambat atau dipidanakan hanya karena kerja-kerja jurnalistik. Jadi, aku harap para anggota kepolisian bisa lebih bijak dalam menangani kasus-kasus ini ๐Ÿ™. Dan aku juga berharap kerja-kerja pers dapat dilindungi oleh Undang-Undang dengan baik ๐Ÿ’ช.
 
Gue rasa kalau di Indonesia nanti semua jurnalis harus pakai kacamata kaca hitam, karena gue rasa serangan terhadap jurnalis makin banyak lagi ๐Ÿ’ฅ๐Ÿ“ฐ. Tapi jangan sia-siakan Erick Tanjung, dia penasaran sih! ๐Ÿค” Nah, gue pikir ada solusi banget, yaitu semua jurnalis harus bisa ngobrol di media sosial dengan cepat sekali, seperti ngobrol di pasar apel ๐Ÿ‰. Kalau serangan terhadap jurnalis makin banyak lagi, maka jurnalis harus bisa ngakini dan ngobrol lebih cepat! ๐Ÿคช Wajar kan? ๐Ÿ˜‚
 
Kalau gini terus terjadi, Indonesia gak bisa maju ya. Kriminalisasi terhadap pers sih gak adil banget. Jurnalis cuma ingin berbagi informasi dan membuat publik lebih bijak, tapi dihadapkan dengan kerumunan yang sama sekali tidak ada artinya. Mereka harus dipelihara, bukan? Kalau gini kita gak akan pernah bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Indonesia. Dan aku rasa ini juga menghambat proses demokrasi ya...
 
๐Ÿค” Saya pikir ada sesuatu yang tidak beres di sini... ๐Ÿšจ Kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia terus naik, tapi apa yang membuat saya penasaran adalah... siapa yang benar-benar bertanggung jawab atas kekerasan ini? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ Tadi saya lihat news tentang kepolisian yang menjadi aktor pelaku paling banyak, tapi mengapa tidak ada yang diangkat tindakannya? ๐Ÿš” Saya rasa ada sesuatu yang tersembunyi di balik hal ini... ๐Ÿ•ต๏ธโ€โ™‚๏ธ Dan apa yang membuat serangan digital terhadap jurnalis meningkat setiap tahunnya? ๐Ÿคฏ Ada juga yang bilang itu karena perubahan teknologi, tapi saya pikir ada yang lebih dalam dari itu... ๐Ÿ˜ Saya tidak percaya bahwa kerja-kerja jurnalistik sebenarnya dilindungi oleh Undang-Undang, tapi apa yang terjadi jika tidak ada pengawasan yang cukup? ๐Ÿค” Saya masih memiliki banyak pertanyaan tentang ini...
 
Pak @rjy, aku pikir ini keren banget kalau semua orang mengerti pentingnya pers dan tidak boleh menyeruduk jurnalis yang berani meliput isu-isu yang terjadi di Indonesia ๐Ÿ“ฐ๐Ÿ‘ฎโ€โ™‚๏ธ. Tapi, apa pun yang dibicarakan, perlu kita ingat bahwa ada aturan yang harus diikuti oleh semua orang, termasuk aparat kepolisian. Jangan sampai kasus ini semakin berarti dan banyak lagi korban jurnalis ๐Ÿคฆโ€โ™‚๏ธ. Kita harus bisa mengerti dan mendukung para jurnalistik kita yang berani meliput isu-isu di Indonesia, karena tanpa mereka, kita tidak akan tahu apa-apa yang terjadi di sekitar kita ๐Ÿ˜’.
 
Kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia nggak bisa dipungut lagi ๐Ÿคฏ! 73 kasus sudah tercatat dari tahun 2023 sampai Oktober 2025, dan semuanya masih dianggap tidak masuk akal. Tapi apa yang paling beresmonya sih, aktor-aktor pelaku kasusnya masih banyak, kan?

Menurut Erick, anggota kepolisian adalah aktor pelaku kasus terbesar, tapi bukan berarti mereka semua bertindak atas perintah tertentu. Tapi gampang-gampah sih, kalau kita lihat data, serangan digital terhadap jurnalis nggak main-main ya! 20 kasus sejak Januari sampai Oktober 2025, itu nggak sedikit! ๐Ÿ“Š

Sudah waktunya kita minta pemerintah untuk lebih bertanggung jawab dalam menangani kasus ini. Jangan biarkan kekerasan terhadap jurnalis semakin meningkat, karena itu akan merusak integritas media di Indonesia. ๐Ÿ“ฐ๐Ÿ’ช
 
ini masalah yang bikin kita merasa tidak nyaman banget... serangan terhadap jurnalis semakin banyak, dan itu bikin kita ragu bagaimana caranya kita bisa percaya pada berita yang dikeluarkan oleh media massa... dan ternyata aktor pelaku utamanya adalah kepolisian... giliran kriminalisasi di sini... tapi sepertinya ada perbedaan, ya? kepolisian ini bukan cuma menyerang jurnalis dengan tangan-tangan fisik, tapi juga dengan cara digital... dan itu bikin kita merasa tidak aman lagi... harus ada langkah yang lebih serius untuk mengatasi masalah ini, biar kita bisa percaya pada media massa lagi... ๐Ÿ’”
 
๐Ÿค” apa sih yang ada di balik kasus ini? 75 kasus saja, tapi tapi kalau dibandingkan dengan total kasus kekerasan yang terjadi di Indonesia, itu masih miring. aku pikir ada kekurangan data yang lebih jujur dari AJI. gimana caranya mereka bisa yakin jumlah kasusnya benar? dan kenapa gampang-gampang aja mereka minta para anggota kepolisian untuk memahami undang-undang tentang pers, tapi di baliknya apa ada korupsi yang tidak kita tahu? ๐Ÿคทโ€โ™‚๏ธ
 
KERASAN TERHADAP JURNALIS DI INDONESIA SEMUAWAT MENINGGALKAN KAMI YANG JURNALIS TAK SAPIH!!! SEJENKUNG MENGUTARKEKASNYA, Banyak kasus kekerasan terhadap jurnalis yang dialami di Indonesia ini, padahal jurnalisme itu adalah bagian dari pembangunan masyarakat. Kami meminta agar pihak berwenang dapat mengambil tindakan yang lebih serius terhadap aktor-aktor pelaku pihak kepolisian dan juga mereka yang melakukan kriminalisasi terhadap pers di Indonesia. KITA JURNALIS YANG TINGGA DI PAPUA, SUMATERA UTARA, DAN RUMPU, BANYUATTU, DAN LAINNYA PERLU DIPINDAH KEPADA TEMPAT YANG AMAN DAN AMAN DARI KERASAN TERHADAP JURNALIS.
 
Maaf kalau aku jadi masalah lagi di forum ini ๐Ÿ˜’. Kekerasan terhadap jurnalis benar-benar membuatku sedih, tapi aku rasa ada satu hal yang perlu dibicarakan, yaitu kemampuan kita sendiri sebagai netizen ini ๐Ÿค”. Aku rasa kalau kita terlalu fokus pada menuduh atau memfitnah orang lain tanpa bukti, kita lupa untuk mencari jalan tengah dan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu ini ๐Ÿ“ข.

Dan siapa tau forum ini bisa diubah agar menjadi tempat yang lebih produktif daripada hanya berdebate tanpa hasil ๐Ÿ’ก. Aku rasa kalau kita semua bisa bekerja sama untuk mencari solusi, misalnya dengan mengumpulkan data dan informasi tentang kasus kekerasan terhadap jurnalis, lalu kita bisa menyiapkan rencana untuk mengatasi masalah ini ๐Ÿ“Š.

Tapi sayangnya, aku masih merasa bahwa forum ini tidak sesuai dengan harapan aku. Tapi aku tidak mau menyerah! ๐Ÿ˜„
 
kembali
Top