Kegiatan social volunteering di SMAN 1 Jatiluhur Purwakarta, Jawa Barat melibatkan mahasiswa dan dosen dari Universitas Mercu Buana. Dengan tema Digital Wise Generation: Cerdas, Kreatif, dan Kritis, kegiatan ini bertujuan membentuk karakter generasi muda agar lebih bijak menghadapi dinamika dunia digital.
Dalam acara yang diselenggarakan Jumat lalu, 74 mahasiswa magister bersama 14 dosen pendamping memberikan edukasi praktis kepada siswa. Acara tersebut juga dihadiri oleh pimpinan UMB, Camat Jatiluhur, dan pihak sekolah.
Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UMB Heri Budianto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tridarma Perguruan Tinggi yang melibatkan mahasiswa magister berlatar belakang profesional. "Lewat pengabdian ini, mereka menyalurkan kompetensi serta pengalaman kerjanya untuk memberi manfaat langsung kepada siswa," kata Heri.
Siswa dibagi ke dalam sembilan kelompok diskusi interaktif yang menyampaikan materi sesuai kebutuhan remaja saat ini. Materi tersebut meliputi literasi digital, teknik membangun kepercayaan diri public speaking, gaya hidup sehat, dan strategi menembus beasiswa pendidikan tinggi.
Kepala Sekolah SMAN 1 Jatiluhur Kasidi menyambut baik inisiatif tersebut. Pihak sekolah berharap para profesional dari UMB dapat memperluas cakrawala berpikir siswa. "Saya berharap anak-anak bisa belajar langsung dari para pakar di bidangnya agar lebih siap menghadapi masa depan," tutur Kasidi.
Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UMB Ahmad Mulyana menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat, terutama dalam membentengi generasi muda dari potensi misinformasi di ruang siber. "Literasi digital dan komunikasi yang kritis adalah bekal penting. Kolaborasi antara dunia akademik dan sekolah ini adalah wujud nyata upaya kami membangun karakter generasi yang adaptif terhadap perubahan zaman," kata Ahmad Mulyana.
Kegiatan ini merupakan contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berperan dalam membentuk karakter generasi muda agar lebih bijak dan siap menghadapi dinamika dunia digital.
Dalam acara yang diselenggarakan Jumat lalu, 74 mahasiswa magister bersama 14 dosen pendamping memberikan edukasi praktis kepada siswa. Acara tersebut juga dihadiri oleh pimpinan UMB, Camat Jatiluhur, dan pihak sekolah.
Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UMB Heri Budianto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tridarma Perguruan Tinggi yang melibatkan mahasiswa magister berlatar belakang profesional. "Lewat pengabdian ini, mereka menyalurkan kompetensi serta pengalaman kerjanya untuk memberi manfaat langsung kepada siswa," kata Heri.
Siswa dibagi ke dalam sembilan kelompok diskusi interaktif yang menyampaikan materi sesuai kebutuhan remaja saat ini. Materi tersebut meliputi literasi digital, teknik membangun kepercayaan diri public speaking, gaya hidup sehat, dan strategi menembus beasiswa pendidikan tinggi.
Kepala Sekolah SMAN 1 Jatiluhur Kasidi menyambut baik inisiatif tersebut. Pihak sekolah berharap para profesional dari UMB dapat memperluas cakrawala berpikir siswa. "Saya berharap anak-anak bisa belajar langsung dari para pakar di bidangnya agar lebih siap menghadapi masa depan," tutur Kasidi.
Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UMB Ahmad Mulyana menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat, terutama dalam membentengi generasi muda dari potensi misinformasi di ruang siber. "Literasi digital dan komunikasi yang kritis adalah bekal penting. Kolaborasi antara dunia akademik dan sekolah ini adalah wujud nyata upaya kami membangun karakter generasi yang adaptif terhadap perubahan zaman," kata Ahmad Mulyana.
Kegiatan ini merupakan contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berperan dalam membentuk karakter generasi muda agar lebih bijak dan siap menghadapi dinamika dunia digital.