Defisit APBN 2025 Wajar, Meski Airlangga Tak Risau Defisit Menyentuh 3%
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB) masih berada dalam batas wajar. Meski ini hanya terpaut 0,08 persen dari batas maksimal dalam Undang-Undang (UU) Keuangan Negara tersebut, Airlangga mengakui rendahnya realisasi penerimaan negara sebagai penyebab utama defisit tersebut.
Airlangga menekankan bahwa defisit APBN 2025 tetap aman karena masih berada di bawah ambang batas, meskipun melebar dibandingkan defisit APBN 2024 yang sebesar 2,3 persen. "Kan tahun kemarin sudah ditutup, dan defisitnya masih aman di bawah 3 persen, walaupun dekat (dengan batas 3 persen)," tutur dia.
Meski demikian, Airlangga optimistis kondisi tersebut tidak akan menggerus minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Ia percaya bahwa pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 dapat mendekati target APBN 2025 sebesar 5,2 persen, terutama jika penerimaan negara yang mulai membaik pada semester II 2025 terus meningkat.
"Kita lihat, tapi pertumbuhan kuartal IV di antara kuartal-kuartal sebelumnya tumbuh bisa menjadi yang tertinggi. Jadi, secara keseluruhan target (pertumbuhan ekonomi) APBN (2025) bisa mendekati," pungkas Airlangga.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 sebesar 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB) masih berada dalam batas wajar. Meski ini hanya terpaut 0,08 persen dari batas maksimal dalam Undang-Undang (UU) Keuangan Negara tersebut, Airlangga mengakui rendahnya realisasi penerimaan negara sebagai penyebab utama defisit tersebut.
Airlangga menekankan bahwa defisit APBN 2025 tetap aman karena masih berada di bawah ambang batas, meskipun melebar dibandingkan defisit APBN 2024 yang sebesar 2,3 persen. "Kan tahun kemarin sudah ditutup, dan defisitnya masih aman di bawah 3 persen, walaupun dekat (dengan batas 3 persen)," tutur dia.
Meski demikian, Airlangga optimistis kondisi tersebut tidak akan menggerus minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Ia percaya bahwa pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 dapat mendekati target APBN 2025 sebesar 5,2 persen, terutama jika penerimaan negara yang mulai membaik pada semester II 2025 terus meningkat.
"Kita lihat, tapi pertumbuhan kuartal IV di antara kuartal-kuartal sebelumnya tumbuh bisa menjadi yang tertinggi. Jadi, secara keseluruhan target (pertumbuhan ekonomi) APBN (2025) bisa mendekati," pungkas Airlangga.