Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa defisit APBN 2025 tidak akan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai defisit hanya sebesar 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB) yang dianggap masih dalam batas wajar.
Airlangga menjelaskan bahwa rendahnya realisasi penerimaan negara merupakan penyebab utama defisit tersebut. "Kita dapat melihat bahwa penerimaan kita mendekati 91,7 persen (dari target APBN). Jadi, defisit 2,92 persen itu wajar saja," katanya.
Meski terjadi defisit yang hampir menyentuh angka 3 persen, Airlangga optimistis bahwa kondisi tersebut tidak akan menggerus minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Ia percaya bahwa defisit APBN 2025 masih tetap aman karena masih berada di bawah ambang batas.
"Ada masalah (terhadap investor)? Kan tahun kemarin sudah ditutup, dan defisitnya masih aman di bawah 3 persen, walaupun dekat dengan batas tersebut," katanya.
Selain itu, Airlangga juga memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 akan lebih tinggi dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya. Ia optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 dapat mendekati target APBN 2025 sebesar 5,2 persen.
"Kita lihat, tapi pertumbuhan kuartal IV di antara kuartal-kuartal sebelumnya tumbuh bisa menjadi yang tertinggi. Jadi, secara keseluruhan target (pertumbuhan ekonomi) APBN (2025) bisa mendekati," pungkas Airlangga.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto percaya bahwa Indonesia dapat terus berharap untuk pertumbuhan ekonomi yang stabil dan meningkat.
Airlangga menjelaskan bahwa rendahnya realisasi penerimaan negara merupakan penyebab utama defisit tersebut. "Kita dapat melihat bahwa penerimaan kita mendekati 91,7 persen (dari target APBN). Jadi, defisit 2,92 persen itu wajar saja," katanya.
Meski terjadi defisit yang hampir menyentuh angka 3 persen, Airlangga optimistis bahwa kondisi tersebut tidak akan menggerus minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Ia percaya bahwa defisit APBN 2025 masih tetap aman karena masih berada di bawah ambang batas.
"Ada masalah (terhadap investor)? Kan tahun kemarin sudah ditutup, dan defisitnya masih aman di bawah 3 persen, walaupun dekat dengan batas tersebut," katanya.
Selain itu, Airlangga juga memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 akan lebih tinggi dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya. Ia optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 dapat mendekati target APBN 2025 sebesar 5,2 persen.
"Kita lihat, tapi pertumbuhan kuartal IV di antara kuartal-kuartal sebelumnya tumbuh bisa menjadi yang tertinggi. Jadi, secara keseluruhan target (pertumbuhan ekonomi) APBN (2025) bisa mendekati," pungkas Airlangga.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto percaya bahwa Indonesia dapat terus berharap untuk pertumbuhan ekonomi yang stabil dan meningkat.