Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa tidak ada diskon tarif listrik pada tahun 2026, menggantinya dengan paket stimulus sebesar Rp12,83 triliun yang mencakup diskon tiket transportasi hingga 30 persen dan bansos pangan untuk menekan laju inflasi yang tiba-tiba naik hingga 3,55 persen pada Januari 2026.
Tahun ini, pemerintah telah memastikan bahwa tidak ada diskon listrik, seperti tahun lalu ketika disepakati dengan jumlah keluarga yang menerima diskon sebanyak 90 juta orang. Namun, untuk mengatasi laju inflasi meningkat, pemerintah menyediakan diskon lainnya. Salah satunya adalah diskon tarif tiket pesawat hingga 16 persen, yang akan menanggung pajak pertambahan nilai (PPN) tiket pesawat untuk kelas ekonomi penerbangan domestik.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan diskon untuk bandara. Seluruh diskon tersebut akan ditangani dengan anggaran sekitar Rp200 miliar. Pemerintah juga menyiapkan bansos berupa beras 10 kilogram untuk dua bulan dan Minyak Kita untuk dua bulan, serta menyediakan diskon hingga 20 persen untuk jalan tol.
"Seluruh tersebut akan membantu menekankan laju inflasi yang meningkat di Indonesia," kata Airlangga Hartarto.
Tahun ini, pemerintah telah memastikan bahwa tidak ada diskon listrik, seperti tahun lalu ketika disepakati dengan jumlah keluarga yang menerima diskon sebanyak 90 juta orang. Namun, untuk mengatasi laju inflasi meningkat, pemerintah menyediakan diskon lainnya. Salah satunya adalah diskon tarif tiket pesawat hingga 16 persen, yang akan menanggung pajak pertambahan nilai (PPN) tiket pesawat untuk kelas ekonomi penerbangan domestik.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan diskon untuk bandara. Seluruh diskon tersebut akan ditangani dengan anggaran sekitar Rp200 miliar. Pemerintah juga menyiapkan bansos berupa beras 10 kilogram untuk dua bulan dan Minyak Kita untuk dua bulan, serta menyediakan diskon hingga 20 persen untuk jalan tol.
"Seluruh tersebut akan membantu menekankan laju inflasi yang meningkat di Indonesia," kata Airlangga Hartarto.