Airlangga Pastikan B50 Batal Diterapkan Tahun Ini

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengumumkan bahwa penerapan manditori campuran biodiesel 50 persen (B50) di Bali tidak akan diterapkan pada tahun ini. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang tetap menetapkan penggunaan biodiesel 40 persen (B40).
 
Gue rasa makin frustrasi banget ya! Airlangga Hartarto bilang gak ada campuran biodiesel 50 persen di Bali, tapi aku penasaran kenapa dia kayaknya nggak ingin mencoba. Gue pikir kalau B50 bisa berjalan dengan baik di sini, karena Bali udah terkenal banget dengan pariwisata-nya, dan gampang sekali bisa menggunakan bahan bakar ramah lingkungan. Tapi ternyata aku salah, Presiden Prabowo Subianto bilang B40 aja yang tetap berlaku, makanya Airlangga Hartarto gak ingin mencoba. Gue rasa ini sama seperti kalau kamu udah memiliki ide bagus, tapi karena takut gagal, kamu gak ingin mencobanya. Dan gue tidak suka banget dengan hal ini!
 
Makasih udah ditentukan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, kalau gini B50 tidak akan diterapkan di Bali. Saya rasanya sedikit mengecewakan, tapi saya paham apa yang diinginkan Presiden Prabowo Subianto. Penggunaan biodiesel 40 persen (B40) sudah cukup kompromi ya? Saya harap pemerintah bisa terus berusaha untuk meningkatkan penggunaan energi ramah lingkungan di Indonesia, tapi kalau tidak bisa sekarang, saya rasanya sudah bisa setuju dengan keputusan itu.
 
Lihat ari buatnya, kalau aja B50 jadi kenyamanan nanti ada konsekuensi lain. Nanti gini aja, kalau mereka mau B50, harus bayar mahal lagi... πŸ€‘πŸš—
 
Gue penasaran nih, kenapa Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto jadi nggak nterapkan B50 di Bali? Gue pikir kalau itu bisa buat meningkatkan keseimbangan energi dan reduksi emisi gas rumah kaca. Dan sekarang B40 itu apa sih? 40 persen biodiesel, itu kurang juga nih... gue rasa B40 itu masih kurang maju dari yang sebelumnya. Gue harap di masa depan bisa ada perubahan lagi, misalnya nanti bisa 50 persen atau bahkan lebih.
 
😐 apa sih strategi ini? kalau udah nih adegan di Bali, kenapa gak diaplikasikan di seluruh negri? πŸ€” misalnya apabila B50 bisa menyelesaikan masalah polusi di sini, kenapa harus dipungut ke kawasan wisata? 🌴 apa yang buat keuntungan di Bali sih kalau penggunaan B40 terus jadi norma? πŸ€·β€β™‚οΈ kalau mau bikin perubahan, giliran ganti nih policy, nggak sama-sama aja πŸ”„
 
Makasih lah gue udah tahu kabar ini! Tapi, aku penasaran kenapa harusnya manditori B50 di Bali kalau Presiden Prabowo Subianto aja menetapkan B40 ya? Sepertinya ada konflik antara pemerintah pusat dan Bali, deh. Gue rasa B50 lebih baik untuk lingkungan, tapi mungkin ada alasan lain yang tidak gue ketahui. Hmm... kalau gue harusnya bilang, aku aja pikir ini akan mempengaruhi pariwisata di Bali, karenanya banyak sekali wisatawan asing yang datang ke pulau ini. Apalagi sekarang udah ada banyak hotel dan restoran yang sudah menggunaka B100, deh! Jadi, gue rasa pemerintah harusnya lebih teliti lagi sebelum membuat keputusan seperti ini 😐
 
Makasih ya, ternyata nanti kalau aku suka bensin tapi bisa bawa B50, kayaknya aku tidak harus berpikir dua kali sebelum membeli bensin 😊. Aku rasa ini masuk akal karena kalau diterapkan B50 di Bali bisa naik-turun harga bensin dan bisa jadi bikin konsumen kesulitan. Tapi aku rasa pemerintah Indonesia udah berusaha untuk meningkatkan penggunaan biodiesel, walaupun sekarang masih ada batasan seperti ini πŸ€”. Mungkin nanti kalau teknologi biotanol sudah lebih banyak dikembangkan dan bisa menyeimbangkan dengan kebutuhan transportasi maka B50 nantinya bisa diterapkan di seluruh Indonesia πŸš—πŸ’¨.
 
Kalau mau tahu apa arti dari B50 dan B40, gue bilang, "Ku ingin semua orang bisa hidup dengan damai dan bahagia" πŸ™ tapi kalau mau tahu aku nggak ngerti apa artinya πŸ€”. tapi jadi ajarannya kalau mau penggunaan biodiesel 40 persen itu lebih aman deh 🌟
 
Wah, aku capek banget nonton news ini 🀯! Aku pikir kalau pemerintah udah setuju dengan B50 di Bali, tapi ternyata Gubernur Bali malah menolaknya πŸ™…β€β™‚οΈ. Aku tahu gue bilang sebelumnya bahwa aku ingin menggunakan mobil listrik di Bali, tapi sekarang aku rasa kalah lagi πŸ˜”. B40 itu belum cukup, kan? Aku pikir kalau pemerintah udah ada kemajuan di bidang energi terbarukan, tapi ternyata masih banyak yang harus dikerjakan πŸ€·β€β™‚οΈ.

Aku juga penasaran kenapa Gubernur Bali tidak mau menerima B50. Aku tahu dia memiliki visi yang baik untuk Bali, tapi aku rasa ini salah arah πŸ”„. Aku berharap pemerintah bisa menengahi dan mencari solusi yang lebih baik. Kalau tidak, aku rasa aku harus ke Bali sendiri dan membuat demo mobil listrik πŸš—πŸ’¨!
 
Bener-bener kayaknya nggak perlu terlalu banyak tekanan, ya? Kalau mau bikin efisiensi energi, bisa dibilang sudah cukup nggak pakai B50 di Bali. Jangan sabar-sabaran, biarkan aksi-aksi ini berjalan, apa pun targetnya 40 persen atau 50 persen. Masih better lagi daripada tidak ada sama sekali kayaknya πŸŒ³πŸ’š
 
aku sengaja membeli mobil aku sendiri, tapi ternyata aku tidak bisa menghemat biaya bensin, ya... bikin aku capek nih... kalau giliran Bali, aku harap bisa jadi contoh bagus untuk Indonesia, tapi sekarang aku terpikir kalau 40 persen B40 itu cukup susah, kalau aku pakai mobil aku sendiri, aku harus serius untuk menghemat biaya bensin... aku berharap pemerintah bisa mencari solusi yang lebih baik nanti.
 
Makin lama numpang tindih, tapi masih banyak yang belum paham apa yang harus dilakukan. Mulu-mulu aja, jangan terburu-buru. Bodi yang mau beralih ke B50 pasti ada alasan, mungkin biayanya lebih murah atau lebih ramah lingkungan. Tapi apa kabarin kalau kalau bukan? Mereka hanya terus-lanjutkan penggunaan B40 aja. Jangan salah paham sih, tapi kita harus tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik keputusan itu. Apakah ada konflik dengan produsen atau distributor minyak? Atau mungkin ada tekanan dari industri lain? Kita harus lebih teliti lagi sebelum membuang benih-benih keraguan 😊
 
Maksudnya apa nih? Kalau B50 itu udah kenyang, kenapa nulis jangan dijalankan πŸ€”. Sepertinya Menteri Hartarto udah batal, tapi siapa tahu ada alasan yang baik di balik ini. Tapi aku suda paham kalau nggak bisa dipaksakan semua orang. Biodiesel itu kenyang banget, aku rasa kalau bisa 40 persen saja sudah cukup. Udah banyak yang menggunakan biodiesel, tapi masih ada yang paling dominan dengan minyak bumi 🚧. Aku suda penasaran apa alasan Presiden Prabowo Subianto menetapkan penggunaan B40. Mungkin aku udah salah faham πŸ˜….
 
ini ga jelas sih, apakah pemerintah benar-benar mau mengurangi target penggunaan bahan bakar fosil di Bali? maksudnya kalau sebelumnya ada rencana untuk manditori campuran biodiesel 50 persen (B50) tapi kini hanya B40 saja. mungkin karena kontra dari banyak pengusaha di Bali yang khawatir apa yang terjadi pada industri pariwisata mereka πŸ€”.

tapi, aku pikir kalau pemerintah harus lebih jelas lagi tentang target dan rencana bisnisnya. karena banyak warga di Bali yang sudah tertarik dengan energi terbarukan seperti solar dan biogas, tapi masih butuh bantuan lebih dari pemerintah 😊.

dan apa yang salah dengan rencana B40? kalau ini penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, kan aku jalan kaki ke pantai di Bali bisa membuat paru-paru aku berdebar-debar πŸ˜‚.
 
Gak ada masalah ya, kalau B50 di Bali nggak dipasang tahun ini. Aku penasaran sih apa argumen Menteri Koordinator itu? Aku tahu kalau B40 sudah umum digunakan di Indonesia, tapi B50 lebih baik deh kayaknya. Tapi sepertinya Presiden Prabowo Subianto udah memiliki pendapat sendiri tentang itu. Aku tidak mau meragukan keputusannya, dia pasti punya alasan yang tepat. Aku doang penasaran sih bagaimana kalau aku menggunakan B50 di mobil saya, apakah bisa membuat perbedaan yang signifikan?
 
Makasih bro, aku jadi curious banget kenapa gak dipakai B50 di Bali. Aku penasaran dengan cara kerja itu, apakah ada masalah teknis atau apa? Aku suka biodiesel karena lebih ramah lingkungan, tapi aku juga ingin tahu di balik cerita ini apa yang salah. Apa kalau kita paksa semua mobil gunakan B50, bakanya bisa menghemat bahan bakar dan emisi gas buang? Tapi aku juga ngetakut gak bisa jumpa BBM biasa lagi... Mungkin aku bodoh, tapi aku mau tahu lebih dulu sebelum berpikir.
 
Gue pikir ini malas banget! Masing-masing provinsi bisa banget-banget membuat aturan sendiri, dan sekarang ada yang bilang tidak akan diterapkan B50 di Bali. Jadi apa lagi ajaran dari Prawowo? Gue rasa jangan biarkan provinsi mana-mana buat kekacauan, apalagi kalau soal energi yang penting banget untuk masa depan kita. Menteri Airlangga itu bilang ini sesuai dengan aturan Presiden, tapi gue curiga kalau dia punya teka-teki sendiri. Apa lagi, kalau B50 tidak diterapkan di Bali, artinya ada yang suka cari cara untuk melawan perubahan, dan itu bikin kita jadi kabur. Gue harap bisa dipertimbangkan kembali, ya!
 
Maaf, aku bingung sih nih! Aku pikir kalau B50 udah jadi target utama pemerintah banget. Tapi aku masih bisa paham bahwa Presiden Prabowo Subianto punya kebijakan yang berbeda lagi πŸ€”. Mungkin karena B40 sudah cukup banyak dipasang di Indonesia, sehingga pemerintah merasa udah cukup untuk meningkatkan target penggunaan biodiesel sampai 40 persen. Aku rasa kalau ini bisa menjadi peluang besar bagi pengusaha dan produsen biodiesel di Bali untuk meningkatkan produksi dan biaya operasional mereka πŸ“ˆ. Tapi aku masih ragu apakah ini benar-benar bisa dilakukan dengan efektif, karena B50 udah banyak dipasang di beberapa kota besar seperti Jakarta dan Bandung 😐.
 
omg gak sabar lama banget kalau B50 di Bali, kini aja batal aja. aku pikir siapa yang salah kok? apalagi sekarang ini sudah banyak kafe dan restoran yang already punya menu diesel untuk mobil, cuma butuh nasi angin atau sate loh.. aku rasa kalau B50 itu asli harus ada di semua tempat nih, tapi siapa tahu lagi aja. sayangnya lagi B40 itu juga belum bisa dipikirkan oleh masyarakat luas kok, karena siapa yang mau minum diesel? πŸ€£πŸš—
 
kembali
Top