Airlangga Pastikan B50 Batal Diterapkan Tahun Ini

Presiden membatalkan kebijakan B50, penerapan manditori campuran biodiesel 50 persen ke dalam BBM (B50) diterapkan pada tahun ini tidak akan terlaksana. Menurut Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah masih menerapkan biodiesel 40 persen (B40) pada tahun 2026.

"Apa yang disampaikan Pak Presiden jadi B40," katanya. Tahun ini, Airlangga menuturkan Pemerintah Pusat akan terus melakukan kajian atas pengembangan B50, termasuk percobaan untuk kendaraan bermotor juga terus dilakukan.

Adapun keputusan terkait penerapan B50 tergantung dari perbandingan harga BBM dengan harga kelapa sawit sebagai bahan biodiesel. Jika selisih harga BBM dengan kelapa sawit besar, beban subsidi dinilai akan semakin berat.
 
Lagi kali ini apa yang bikin pemerintah berubah-ubah. Dulu B50, sekarang B40. Mana yang benar? Perlu diinvestigasi sih bagaimana kalau kita tebak harga BBM dan biodiesel kelapa sawit terus2 naik atau turun aja. Aku penasaran juga bagaimana kajian pengembangan B50 itu benar2 dilakukan, bukan justru bikin jargon teknis biar ga diakui publik.
 
Gue pikir ini sangat meneruskan kesalahan dari Presiden Prabowo Subianto nih πŸ™„. Mereka bilang ingin meningkatkan efisiensi penggunaan BBM, tapi ternyata mereka malah memilih untuk menunda kembali kebijakan B50 dan masih menggunakan B40 aja. Ini bikin gue merasa frustrasi, karena kita sudah tahu bahwa B50 lebih baik untuk lingkungan 🌎. Dan lagi-lagi, pemerintah malah bilang kalau perbedaan harga BBM dengan kelapa sawit itu terlalu besar, tapi siapa yang benar-benar mengetahui ini? πŸ€” Mungkin mereka hanya peduli dengan uang dan tidak peduli dengan dampaknya pada lingkungan.
 
Wow! 🀯 Mau tahu kapan nanti kita punya B50 aja πŸ˜‚. Saya pikir kalau ini bisa jadi masalah lagi kayaknya. Bagaimana asal gampangnya nih Presiden mengubah kebijakan? πŸ€”
 
Gue jadi penasaran yah... kenapa kalau aja Presiden nanya terus lagi tentang pengembangan B50? Gue pikir kalau itu sudah capek ngikuti berita-berita ini. Apa yang salah dengan kita Indonesia, sih bisa ngadat di dalam forum seperti ini? πŸ€¦β€β™‚οΈ

Pemerintah ini selalu kaget-kaget banget tentang kebijakan B50. Pertama kali aja ngerap 20 persen, kemudian 25 persen, lalu 30 persen... sekarang 40 persen? Gue rasa ini kayak ngewalai kalau gue bingung aja. πŸ€”

Gue rasa apa yang penting adalah siapa yang mau melakukannya, bukan ngadat-ngadat tentang kebijakan. Kalau Presiden mau ngajadwalkan B50, maka itu kena dilakukan. Tapi kalau gue tidak nyaman dengan hal ini... πŸ™ƒ
 
Oke, apa punya keputusan itu? Mereka bilang B50 tidak terlaksana karena harga BBM kurang kompetitif dengan harga kelapa sawit. Tapi aku pikir kalau pemerintah sudah ngobrol sejak lama tentang penggunaan B50, jadi aku penasaran kenapa keputusannya gini πŸ€”. Mungkin kalau harga BBM nanti naik drastis, masyarakat akan terlalu marah πŸ€‘. Aku harap pemerintah bisa mempertimbangkan kembali dan cari solusi yang lebih baik untuk kelapa sawit dan harga BBM, ya πŸ™.
 
Udah kaget banget aja dengerin kalau B50 tidak terlaksana nih 🀯. Saya rasa seperti keputusan Presiden yang diambilnya sih... tergantung sama-samanya, tapi aku rasanya sih kalau kita harus jadi B40 aja, makanya aku suka banget menonton acara yang kayaknya kalah, kayaknya aku bisa melihat bagaimana caranya kalah itu bisa dikhawatirkan πŸ˜‚. Tapi serius banget, aku harap pemerintah bisa mengambil keputusan yang tepat dan tidak terlalu memburu dengan harga BBM ya πŸ€”.
 
Wah, kalau gini juga tidak terkejut, pemerintah jadi sering berubah-ubah ya πŸ˜‚. Tahun ini baju B50 harus dipakai, tapi tahun depan lagi apa yang ada? Kalau tidak ada perubahan, toh para pengguna mobil pasti kecewa, bisa ga banget πŸ€”. Airlangga bilang kalau still ada kajian tentang pengembangan B50, tapi kalau tidak ada progres, toh apa artinya? πŸ€·β€β™‚οΈ. Mungkin pemerintah masih berencana untuk membuat subsidi yang lebih besar lagi, karena selisih harga BBM dan kelapa sawit memang bisa jadi terlalu besar 😳.
 
Wah, kan kayaknya pemerintah mau punya prioritas lagi... Maksudnya, kalau biaya produksi B50 jadi lebih mahal daripada B40, apa yang ada di tangan mereka? Kalau nggak mau subsidi, maka harga BBM akan naik banget! Bagaimana caranya kalau masyarakat bakalan terlalu kesal? πŸ€”
 
Gak bisa dipungut, bro! 🀣

[Image: Gagapan dengan latar belakang foto kendaraan yang bermotor]

[ GIF: Seorang orang dengan ekspresi sedih menggigit pergelangan tangan ]
 
Pernah lihat sih? Kalau aja Presiden bilang B50 tidak terlaksana, tapi apa itu nanti kalau tidak menerapkan B50? Masa di baliknya siapa yang akan dipilih, harga BBM atau harga kelapa sawit? Aku pikir kalau B40 punya keuntungan ya... Tapi kalau benar-benar Presiden bilang B50 tidak terlaksana, aku nanti cari sumbernya dulu. Mau tahu kalau siapa yang buat depan? πŸ€”
 
Pak Airlangga, aku seneng banget sekali dia punya ide yang bagus untuk mencari solusi yang tepat 😊. Membuat campuran biodiesel 40 persen itu bisa jadi strategi yang baik untuk memulai, setelah itu kita bisa terus bereksperimen dan menemukan kompromi yang optimal. Biar tidak ada kekecewaan sih, tapi aku pikir kalau Pak Presiden ingin melihat hasilnya sendiri, maka dia punya cara yang tepat πŸ€”.
 
Gue jadi penasaran sih kenapa gak bisa dilaksanakan aja B50 tahun ini... bikin sih kita kecewa banget. Semoga gak terjadi krisis minyak lagi nanti, tapi kalau perlu gue rasa masih lebih baik pilih B40 daripada tidak punya biodiesel apa-apa sama sekali πŸ€•. Tapi kok disampaikan oleh Pak Presiden dulu aja... mungkin ada alasan yang gue belum ketahui πŸ€”.
 
Pengumuman ini memang sedikit mengkecewa, tapi aku paham sih. B50 ini diharapkan bisa membuat kita lebih ramah lingkungan, tapi jika masih B40 pada tahun 2026, itu berarti kita harus menunggu lagi, ya? πŸ€”
Aku rasa pemerintah belom benar-benar mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan ini. Kalau harga BBM terus naik, siapa yang akan merasa bebas? πŸ€‘
Tapi aku juga paham bahwa B50 ini diharapkan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan, jadi aku masih berharap ini bisa menjadi realitas pada tahun-tahun mendatang. πŸ’š
 
Pernah lihat ngerasa kecewa gini banget! Makin lama, makin kerepotan banget juga. B50 itu seharusnya nggak masalah, karena sumber dari minyak sawit jadi alternatif yang baik banget. Tapi, apa yang dibicarakan sih, kalau bahan bakar kita tetap minyak biasa aja? Kok bisa dianggap lebih baik lagi? Dan, bikin apa lagi kekhawatiran kita nanti kalau biaya subsidi makin besar dan banterbaliknya? Kalau perlu banting-banting, kenapa tidak juga kalah dengan pengguna mobil lainnya yang nggak dipaksa pakai biodiesel? Makin rahasia, kok.
 
kembali
Top