Kekayaan Mi Instan, Kekurangannya Pula
Dalam keseharian masyarakat Indonesia, mi instan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Harga yang terjangkau dan rasa gurih membuatnya menjadi pilihan utama, terutama saat cuaca dingin atau musim hujan. Namun, ahli gizi menekankan pentingnya membatasi konsumsi mi instan sebagai makanan pokok menjadi sekadar "rekreasi".
Menurut Diah Maunah, anggota Asosiasi Dietisien Indonesia, penting untuk membatasi frekuensi konsumsi mi instan. Ia menyarankan agar hanya konsumsi mi instan satu kali dalam sebulan. Menurutnya, mi instan memiliki kandungan natrium yang tinggi dan lemak serta energi yang dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Kandungan natrium di dalam mi instan sangatlah tinggi, bahkan mencapai lebih dari 1.000 miligram per saji. Ini sudah memenuhi 75% kebutuhan natrium harian seseorang. Oleh karena itu, orang yang memiliki kondisi medis tertentu seperti hipertensi hanya perlu satu porsi mi instan saja untuk menghabiskan seluruh kuota garam harian mereka.
Jika dikonsumsi berlebihan, mi instan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, seperti penyakit degeneratif, gangguan fungsi ginjal, obesitas, dan bahkan risiko kanker usus. Bahkan pada remaja, riwayat mengonsumsi mi instan setiap minggu ditemukan dapat memicu masalah pencernaan seperti iritasi lambung, ambeien, dan risiko kanker usus.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menjaga disiplin dalam konsumsi mi instan hanya satu kali dalam sebulan. Dengan demikian, tubuh dapat terhindar dari tumpukan natrium dan lemak jenuh yang berlebihan.
Dalam keseharian masyarakat Indonesia, mi instan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Harga yang terjangkau dan rasa gurih membuatnya menjadi pilihan utama, terutama saat cuaca dingin atau musim hujan. Namun, ahli gizi menekankan pentingnya membatasi konsumsi mi instan sebagai makanan pokok menjadi sekadar "rekreasi".
Menurut Diah Maunah, anggota Asosiasi Dietisien Indonesia, penting untuk membatasi frekuensi konsumsi mi instan. Ia menyarankan agar hanya konsumsi mi instan satu kali dalam sebulan. Menurutnya, mi instan memiliki kandungan natrium yang tinggi dan lemak serta energi yang dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Kandungan natrium di dalam mi instan sangatlah tinggi, bahkan mencapai lebih dari 1.000 miligram per saji. Ini sudah memenuhi 75% kebutuhan natrium harian seseorang. Oleh karena itu, orang yang memiliki kondisi medis tertentu seperti hipertensi hanya perlu satu porsi mi instan saja untuk menghabiskan seluruh kuota garam harian mereka.
Jika dikonsumsi berlebihan, mi instan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, seperti penyakit degeneratif, gangguan fungsi ginjal, obesitas, dan bahkan risiko kanker usus. Bahkan pada remaja, riwayat mengonsumsi mi instan setiap minggu ditemukan dapat memicu masalah pencernaan seperti iritasi lambung, ambeien, dan risiko kanker usus.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menjaga disiplin dalam konsumsi mi instan hanya satu kali dalam sebulan. Dengan demikian, tubuh dapat terhindar dari tumpukan natrium dan lemak jenuh yang berlebihan.