Kapitalisasi pasar BUMN melonjak 20 persen, menempatkan Telkom di puncaknya. Kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan pelat merah Indonesia melonjak sebesar Rp348 triliun pada Februari 2025 hingga Rp2.092 triliun di Desember 2025. Peningkatan ini menempatkannya sebagai salah satu emiten dengan valuasi tertinggi di pasar modal Indonesia.
Dalam paparan yang dibagikan oleh CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, tercatat lima BUMN berstatus Tbk dengan peningkatan kapitalisasi pasar paling signifikan di 2025. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menjadi yang tertinggi dengan Rp112 triliun.
Peningkatan ini lantaran transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan mendapat apresiasi dari investor. Rosan menilai, kemajuan yang signifikan serta stabilitas nilai perusahaan di pasar modal mencerminkan optimisme untuk kelanjutan transformasi ke depan.
Adapun empat perusahaan BUMN lainnya yang juga mengalami peningkatan kapitalisasi pasar di 2025 adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp47 triliun; PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp45 triliun; PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp38 triliun; dan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Rp36 triliun.
Penambahan nilai ini juga menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan pelat merah di Indonesia dapat bersaing di pasar modal nasional.
Dalam paparan yang dibagikan oleh CEO Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, tercatat lima BUMN berstatus Tbk dengan peningkatan kapitalisasi pasar paling signifikan di 2025. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menjadi yang tertinggi dengan Rp112 triliun.
Peningkatan ini lantaran transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan mendapat apresiasi dari investor. Rosan menilai, kemajuan yang signifikan serta stabilitas nilai perusahaan di pasar modal mencerminkan optimisme untuk kelanjutan transformasi ke depan.
Adapun empat perusahaan BUMN lainnya yang juga mengalami peningkatan kapitalisasi pasar di 2025 adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp47 triliun; PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp45 triliun; PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp38 triliun; dan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Rp36 triliun.
Penambahan nilai ini juga menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan pelat merah di Indonesia dapat bersaing di pasar modal nasional.