Dalam kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta yang membawakan 96 korban, polisi telah menemukan bahwa bahan peledak yang digunakan memiliki kesamaan dengan bahan peledak di rumah pelaku. Menurut Kombes Pol Ari Kurniawan, bahan peledak yang ditemukan di rumah pelaku memiliki daya ledak rendah.
"Residu bahan peledak yang kami temukan di TKP 1 terdapat dengan kekuatan rendah atau low explosive," kata Kombes Pol Ari Kurniawan dalam konferensi pers. "Kemudian, pada TKP 2 dan bahan yang belum meledak juga di analisis di laboratorium forensik kita mendapatkan hasil bahwa bahan peledak tersebut memiliki kekuatan rendah atau low explosive."
Selain itu, polisi juga menemukan kesesuaian antara bahan peledak di TKP dengan bahan peledak yang ada di rumah pelaku. Menurut Kombes Pol Ari Kurniawan, ini berarti bahwa bahan peledak yang digunakan oleh pelaku memiliki sumber yang sama.
Dalam kasus ini, polisi telah menemukan tujuh peledak di SMAN 72 Jakarta, di mana empat di antaranya meledak. Pelaku ledakan itu sendiri merupakan siswa di SMAN 72 Jakarta dan dikenal mengakses situs gelap atau dark web. Polisi juga telah menyita beberapa alat bukti dari rumah pelaku.
Sejumlah korban masih dirawat di empat rumah sakit di Jakarta, dan polri bersama stakeholder terkait terus memantau para korban dan memberikan trauma healing usai insiden tersebut.
"Residu bahan peledak yang kami temukan di TKP 1 terdapat dengan kekuatan rendah atau low explosive," kata Kombes Pol Ari Kurniawan dalam konferensi pers. "Kemudian, pada TKP 2 dan bahan yang belum meledak juga di analisis di laboratorium forensik kita mendapatkan hasil bahwa bahan peledak tersebut memiliki kekuatan rendah atau low explosive."
Selain itu, polisi juga menemukan kesesuaian antara bahan peledak di TKP dengan bahan peledak yang ada di rumah pelaku. Menurut Kombes Pol Ari Kurniawan, ini berarti bahwa bahan peledak yang digunakan oleh pelaku memiliki sumber yang sama.
Dalam kasus ini, polisi telah menemukan tujuh peledak di SMAN 72 Jakarta, di mana empat di antaranya meledak. Pelaku ledakan itu sendiri merupakan siswa di SMAN 72 Jakarta dan dikenal mengakses situs gelap atau dark web. Polisi juga telah menyita beberapa alat bukti dari rumah pelaku.
Sejumlah korban masih dirawat di empat rumah sakit di Jakarta, dan polri bersama stakeholder terkait terus memantau para korban dan memberikan trauma healing usai insiden tersebut.