Ada Apa dengan Tompi & Pandji Pragiwaksono Soal Wapres Gibran?

Kontroversi di antara komedian komedi Pandji Pragiwaksono dan dr. Tompi yang terkait dengan kritik terhadap Wapres Gibran Rakabuming Raka, masih memunculkan perdebatan. Dalam materi <em>Mens Rea</em> yang ditayangkan di Netflix, Pandji menyebut beberapa kalangan, tetapi ketika membahas tentang Gibran, ia mengatakan bahwa putra Presiden ke-7 Joko Widodo itu mempunyai ekspresi seperti mengantuk.

Tapi siapa yang tahu kebenaran dari kata-kata Pandji? Dr. Tompi, seorang Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetika, tidak setuju dengan cara Pandji mengomentari fisik Gibran. Lewat unggahan di akun Instagram @dr_tompi pada Sabtu, 3 Januari 2025, ia memaparkan kondisi Gibran yang sebenarnya.

Menurut Tompi, mengentawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas. "Apa yang terlihat 'mengantuk' pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON," tulis Tompi.

Tompi juga mengajak semua orang untuk tidak membuat kondisi psikis siapapun sebagai bahan candaan. "Kritik boleh, satire boleh, humor pun sah, namun merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir," harapnya.

Tapi perdebatan ini tidak hanya terkait dengan Tompi dan Pandji. Netizen juga menilai bahwa Tompi hanya membela Gibran karena menjadi pendukungnya. Sementara itu, ada yang sependapat dengan apa yang disampaikan Tompi.
 
Pandji kan bilang Gibran mengantuk aja, tapi sebenarnya dia lagi mengalami kondisi yang lebih serius 😒. Tompi jadi kena ajak memperbaiki kesalahpahaman itu. Saya setuju dengan Tompi, kritik boleh banget, tapi kita juga harus bijak, nggak bisa sekedar ngeremehkan orang lain, terutama kalau ada yang masuk akal, seperti kondisi tubuh. Kita harus lebih baik dari itu 🙏.
 
Aku sangka aja, cara Tompi menjelaskan kondisi Gibran itu makasih deh! Padahal, seringkali aku lihat di media sosial orang-orang ini sering saling bikin drama dan bawa perdebatan yang tidak perlu. Aku pikir Tompi benar-benar sengaja membela Gibran karena pendukungnya, tapi aku juga nggak tahu sih... Hmm, mungkin aku cuma salah paham? Tapi apa pun itu, aku rasa kita harus lebih bijaksana dalam memberi kritik atau humor. Jangan buat orang lain merasa tidak nyaman dengan kata-kata yang kita ucapkan, ya! 🤔😒
 
karena pandji memang sering bikin komedi yang lucu tapi kadang ngelamun... tapi jangan bilang dia bodoh kok 🤣 dan dr tompi kayaknya harus lebih santai aja, kan? tapi sayangnya ini membuat banyak netizen cedera mental dan salah paham tentang kesehatan jiwa... apa yang di maksud dengan satire sih? bisa jelasin agaknya 😅
 
Kalau siapa tahu kisah Gibran benar-benar serius... tapi aku rasa kalau komedi Pandji jadi cerita nyata gak bisa dibawa-seriusin, kalo dilihat dari sudut pandang medisnya. tapi apa yang penting adalah kita harus bijaksana dalam menilai orang lain, dan tidak boleh membuat mereka menjadi bahan hujatan... kayaknya kita harus lebih berhati-hati kalau kita bakal mengomentari seseorang ya 😊
 
Gue penasaran apa yang terjadi di dalam kepala dr Tompi, siapa aja nih yang mau merendahkan kondisi tubuh Gibran kecuali orang yang tidak punya sumber daya untuk memahami kondisi tersebut 😅. Gue pikir kalau kritik dan satire itu beda dengan mengentawkan informasi yang salah tentang seseorang tanpa alasan yang jelas, gak masuk akal sih 🙄.
 
Gak bisa jadi kalau orang Tumi ini terlalu dekat ari Gibran, tapi siapa tahu benar-benarnya, kondisinya apa aja? Tolong cek lagi ya, gak perlu ngomongin kalau tidak paham. Saya rasa Tompi yang salah, dia justru mempermalukan Gibran dengan cara memaparkan keadaannya di media sosial. Satire bukan sama dengan mengentawakan kondisi seseorang aja!
 
Gue pikir kalau kritik terhadap Wapres Gibran dari Pandji Pragiwaksono, malah justru bikin orang lebih cinta dan menghormati Gibran. Kalo dianggap sebagai ekspresi 'mengantuk', itu masih bisa bermana komentar yang positif. Saya rasa Tompi hanya ingin meneguhkan pendapatnya karena dia dukung Gibran, tapi gue pikir kritisisme dari Pandji lebih serius dan jujur. Gue rasa kalau kita bisa ngobrol tentang isu ini dengan cara yang lebih santai, mungkin bisa semakin mendalam.
 
Pandji bisa nanya aja siapa sih yang bilang dia salah, jangan ngasih jawabannya langsung... 😒🤷‍♂️ Gibran memang perlu kita pelihara dengan kasih sayang, tapi tidak harus dijadikan bahan teka-teki, deh... 🙄👀 Yang penting, kita fokus pada kesehatan dan kebaikan hati, bukan cerita-cerita yang bikin kita tertawa... 😊
 
kembali
Top