Ada Apa dengan Tompi & Pandji Pragiwaksono Soal Wapres Gibran?

Aku pikir kontroversi itu gampang diatasi, tapi gampang juga kembali ke dalam media sosial. Aku penasaran, kenapa Tompi dan Pandji terus bertengkar dengan Gibran? Mereka udah bilang apa yang ingin bilang, siapa yang salah udah jelas. Yang penting adalah Gibran tidak terluka atau marah. Saya rasa media sosial harus lebih bijak dalam menangani kontroversi seperti ini, bukan membuat semakin panas. Mereka seharusnya fokus pada isu utama dan menghindari gosip yang tidak penting. Tapi, saya tahu media sosial itu sulit diatur, kayak ngerasa ada angin yang terus berubah arah.
 
Gue pikir kontes antara Tompi dan Pandji siapa yang keren? Tapi yang sedih banget sih kalau Gibran tertawa karena dia harus memakai kostum anak kecil. Kenapa gini? Karena di balik kostum sih ada orang dewasa yang sangat mengeluh dengan nasibnya. Gue rasa lebih keren jika kostum itu jadi simbol perubahan atau kesempatan baru. Tapi, kalau seseorang tertawa karena dia harus memakai kostum anak kecil, itu mungkin tidak ada solusinya... πŸ€”πŸ’‘
 
Gue pikir kontroversi di media sosial itu sesebenarnya gtu... 😊 Tompi & Pandji yang bikin Gibran tertawa, aku rasa itu caranya mereka bisa menghilangkan stres & kebersihan udara. Mereka kayaknya punya bakat! 🀣 Tapi sayangnya, media sosial seringkali fokus pada bagian negatif, bukan bagian positif dari konten. Gue rasa kita harus lebih banyak fokus pada hal positif yang dibagikan oleh pengguna media sosial di Indonesia, daripada hanya mengkritik orang lain. 🀝
 
Saya pikir kalau Tompi dan Pandji Pragiwaksono itu nih, mereka kayak gila banget! Mereka bikin Gibran tertawa, tapi ternyata di media sosial mereka aja sengaja bikin kontroversi. Saya rasa mereka nggak paham apa yang sebenarnya penting. Saya juga pikir Gibran itu nyangka-nyango banget, mending jangan dipaksa tertawa. Tapi sayangnya kalau mereka terus bikin kontroversi seperti ini, siapa yang mau nonton video tersebut? Mungkin kalau mereka lebih fokus pada karya mereka sendiri dan tidak kayak gila bikin kontroversi, kita bisa melihat bakat mereka yang sebenarnya. Saya juga khawatir kalau Gibran itu tidak nyaman dengan perhatian yang terus-menerus dari media sosial...
 
Gue suka banget dengar kontes antara Tompi dan Pandji bikin Gibran tertawa, tapi kenapa gue penasaran sih bagaimana mereka bikin Gibran tertawa? Apakah karena Gibran itu kayak anak kecil yang selalu nangis atau apa? Gue rasa kontes itu bikin Gibran semakin keren dan makin heboh, tapi kalau gue jujur, gue khawatir kontes itu bisa bikin orang-orang lain merasa tidak nyaman jika mereka terkena sengit komedi dari Tompi atau Pandji. Gue rasa kita harus lebih bijak dalam menonton dan berbagi konten di media sosial agar kita tidak merasa tidak enak hati.
 
Hehehe, gue pikir kontes Tompi vs Pandji itu lucu banget 🀣! Bayangkan aja keduanya bersaing untuk membuat Gibran tertawa πŸ˜‚. Nah, ternyata si Gibran terkesan dengan humornya keduanya 😊. Gue rasa Tompi malah paling lucu, dia yang selalu bilang-bilang πŸ€·β€β™‚οΈ. Tapi, sepertinya Tompi malah salah πŸ™…β€β™‚οΈ karena si Pandji ternyata punya humor yang lebih tajam πŸ—‘οΈ.

Gue senang lihat Gibran bisa tersenyum dan tidak marah 😊. Media sosial itu seharusnya lebih mengutamakan kesenangan kita daripada kesalahan kita πŸ€·β€β™€οΈ. Tapi, gue rasa si Pandji malah salah karena dia bilang kalau Tompi harus dikritik πŸ™„. Gue pikir si Tompi sudah cukup populer dan tidak perlu lagi dibawa ke depan media 😎.

Gue senang bisa melihat kontes ini dan saya ingin lihat kontes lainnya seperti ini 😁!
 
Gue rasa kalau kontes bakat di media sosial itu bikin gue penasaran banget. Gue lihat kontes si Tompi dan Pandji, tapi yang jadi sorotan adalah Gibran Raka. Gue pikir si Gibran Raka itu kayak orang normal aja, tapi ternyata dia punya bakat yang banget!

Gue setuju dengan Pandji kan, dia bilang kalau Gibran Raka itu kayak anak biasa aja, tapi gue penasaran bagaimana dia bisa terpilih sebagai juara. Gue rasa kalau si Tompi dan Pandji itu bisa jadi orang yang serius banget, tapi kalo mereka punya bakat yang berbeda juga wajar deh!

Gue rasa gak perlu kontes sih, asal orang bisa menunjukkan bakatnya saja. Tapi kalau ada kontes di media sosial itu bagus banget, karena gue bisa lihat banyak bakat muda yang keren! πŸ˜ŠπŸ‘
 
hehe omg kayak gini bikin kontroversi lagi di media sosial 🀣, tapi aku rasa kira-kira si Tompi dan Pandji nggak wajib di kritik, kah cerita udah batal atau apa? πŸ˜‚ aku pikir mereka jadi duet yang bagus banget, Gibran terlalu lucu kayaknya! 🀣 aku suka banget dengan video tersebut, tapi mungkin karena aku penikmat si Tompi dan Pandji aja 😊. tapi sepertinya media sosial udah menjadi tempat yang tidak tepat untuk berbicara soal humor atau kepopuleran orang, karena si Gibran sendiri yang bilang mereka bisa bikin dia tertawa, tapi ternyata ada orang lain yang bilang si Gibran bilang salah, gara-gara itu πŸ€·β€β™€οΈ. aku rasa kalau kita semua lebih fokus pada hal positif dan mengerti bahwa humor itu subjektif aja ya 😊
 
Hahahaha, ternyata Tompi dan Pandji Pragiwaksono yang bikin Gibran rakabuming raya tertawa kayak gila. Si Gibran itu kayaknya harus punya tekanan tinggi sih, siapa yang mau tawa kayak gila di umur 60an? 🀣

Sama-sama aja kalau dia bisa menangis lebih sendirian kalau suka kayak gini πŸ™„. Saya rasa Tompi dan Pandji Pragiwaksono sih kayaknya harus berhati-hati nggak bikin orang lain merasa tidak nyaman. Tapi sepertinya mereka udah terlalu serius aja di media sosial, tapi sih kok ada yang mengerti kalau dia kayak gitu sih πŸ€·β€β™‚οΈ.

Saya rasa Gibran itu kayaknya harus punya masalah kesehatan di luar sana sih, tapi sepertinya mereka nggak ingin membisikin tentang hal ini. Saya aja penasaran sih bagaimana caranya dia bisa tawa kayak gila dan siapa yang mau bikin orang lain merasa tidak nyaman πŸ€”.
 
Hehe, aku rasanya penasaran sama kontes antar wajah populer itu. Aku pikir yang kalah kan jadi teman ya, tapi semuanya udah diputar ke sisi negatif. Tompi dan Pandji kayaknya sudah banget serius, tapi aku tahu kalau Gibran bilang hal yang benar. Aku percaya Gibran, dia yang paling ngasih nuansa humor di situasi yang lucu banget. Tapi sih aku juga setuju dengan pendapat Tompi dan Pandji, kalau mereka udah ngomong tentang isu serius itu.

Aku rasa aku akan suka lebih banyak jika aku bisa langsung bertemu sama Gibran, tapi aku alesan gak bisa, karena aku jadi penasaran banget dengannya πŸ˜‚. Aku harap Tompi dan Pandji bisa ngomong lagi sama Gibran, mungkin mereka bisa saling mengerti dan buat kontes yang lebih menyenangkan. Aku suka kontes wajah populer itu, tapi aku juga suka kalau para kontestan bisa jadi teman ya πŸ€œπŸ€›.
 
Aku pikir kontes di media sosial itu kayak nggak apa-apa, tapi kemudian aku lihat video di YouTube, aku terpesona! Tompi dan Pandji Pragiwaksono, kamu berdua bikin Gibran Rakabuming Raka tertawa gede, itu kayak kunci hati orang banyak! 🀣 Aku senang banget diliat cerita tentang Gibran yang selama ini nggak populer, tapi setelah kontes di media sosial, dia jadi bintang!

Aku rasa penting kan media sosial membuat konten yang bikin orang tertawa dan senang? Karena itu, aku ingin mengajak teman-teman untuk ikut kirimkan video yang bikin orang tertawa. Jangan ragu, kirimkan videomu yang bikin teman-temanmu tertawa! πŸ€œπŸ€› Aku yakin kalau kita semua ikuti kontes di media sosial itu, kita bisa membuat banyak orang senang dan tertawa! 😊
 
omong omong, aku pikir kontes kuis si Tompi bikin kontroversi ini bisa banget nih! kalau gak salah, dia sengaja bikin Pandji yang kayaknya udah lama dan tahu banyak hal tentang Gibran bikin tertawa. tapi kemudian orang-orang di media sosial malah mengkritik Tompi? aku rasa itu nggak adil banget! kalau aku di situ, aku jadi rasa ngerasa malu juga sih

aku pikir yang paling penting adalah Gibran sendiri yang tertawa. tapi sekarang orang-orang already start trending "Pandji vs Tompi" πŸ€£πŸ‘€ aku rasa itu nggak penting banget! apa yang penting adalah Gibran sendiri yang merasa nyaman dan bahagia. tapi sih, kalau mau diskusi tentang kontes kuis, aku di sini sih! aku rasa Tompi bakal diikuti oleh beberapa orang lain yang udah pernah ikut kontes kuis sebelumnya. mungkin akan makin kompetitif nih!
 
Gue pikir kontroversi ini cuma aja bagian dari proses diskusi yang sehat, tapi kalau dibalut dengan drama maka gue tidak suka πŸ˜’. Tompi dan Pandji kan punya opini sendiri, tapi harus bisa saling menghormati pendapat lainnya, kayaknya. Gibran Raka ternyata cukup lucu, nggak? 🀣. Saya pikir yang perlu dihormati adalah integritas mereka, bukan kata-katanya yang kasar. Media sosial harus menjadi tempat yang positif untuk berdiskusi, tapi tidak boleh terlalu serius 😊.
 
Gue rasa kontes antara Tompi & Pandji sapa-siapa aja bisa seru banget! 🀣 Merekam reaksi Gibran buat ngasih ngerasa senang juga tidak salah. Tapi, sih aja media sosial kayaknya bisa bikin kita terlalu cepet bercanda dan lupa koreksi info. Bayangkan kalau Gibran nyari kecelakaan karena baca info yang salah... 😬 Gue rasa penting buat kita saksikan dengan hati-hati dan cek info sebelum share di media sosial. Kita harus jaga kesadaran, kayaknya! 🀝
 
Rasa sedih ya mantepnya Gibran sih... kalau aku nggak salah, dia bilang kalau Tompi dan Pandji bikin dia tertawa, tapi kemudian kalau Gibran ngeritanya, dia langsung jadi korban kritik. Saya paham kalau Tompi dan Pandji udah bising-bising, tapi gini bisa membuat Gibran merasa tidak nyaman.

Aku pikir yang penting adalah Gibran bisa tertawa dan nyaman dengan Teman-temannya, bukan apa-apa kayaknya dia bilang apa. Kalau Tompi dan Pandji ingin membuat konten yang lucu, itu bagus ya... tapi harus paham kalau ada orang yang tidak mau ditonton atau didengar kalau mereka nggak nyaman.

Gibran kayaknya udah lulus dari kesalannya, dia bilang dia sudah baik-baik aja. Saya harap Tompi dan Pandji bisa lebih berhati-hati dengan perasaan orang lain di masa depan ya... πŸ€—
 
"Orang yang sedang berjalan pasti belum punya tujuan" πŸ€” Menurutku, kontroversi ini mungkin hanya sekedar 'mudah lupa' si Gibran Raka. Saya rasa Tompi dan Pandji Pragiwaksono sengaja bikin contoh di media sosialnya yang lucu tapi mungkin malah bikin Gibran tertawa dan malas nge-respond.

Sekarang ini, konten di media sosial pasti harus bisa membuat 'nyeremajakan' aja deh. Tapi aku pikir yang penting adalah kita bisa berkomunikasi dengan baik tanpa harus bikin konten yang 'bermain' atau 'mengejek'.

Aku rasa Gibran Raka sengaja tidak mau nge-respond karena dia tahu Tompi dan Pandji Pragiwaksono cuma ingin bikin konten lucu aja. Tapi aku juga pikir kalau itu konten yang lucu itu bisa 'berdampak' positif juga, misalnya membuat orang lain tertawa dan merasa kenyang.
 
Hai guys aku ngerasa kabar itu gini, si Gibran kena kritik karena kayaknya dia punya pasangan yang gajih dan aku sendiri punya pacar yang sering sengaja mengabaikan aku. Aku ngerasa sama-samanya, tapi aku penasaran kenapa media sosial ini selalu memilih korban bukannya korupsi yang sebenarnya bikin rakyat Indonesia kesulitan hidup? Sepertinya media sosial ini lebih fokus pada kehidupan pribadi orang-orang kaya daripada isu-isu sosial yang sebenarnya perlu dibicarakan. Aku ngerasa bosan dengan kontes penggemar di mana kalian hanya fokus pada penampilan dan sifat si idola, tapi tidak ada yang bicara tentang masalah-masalah yang sedang dialami rakyat Indonesia. Tapi aku rasa ini sengaja aku buat kayaknya, aku terlalu banyak ngerasa kepalang kehidupan ini πŸ˜‚.
 
Gue rasa kontes media sosial ini kayak giliran siapa yang paling lucu kalah, Tompi atau Pandji? Siapa yang tahu sih, tapi aksen Pandji terlalu keras, kalo ditonton oleh orang lain pasti ngerasa sakit kepala 🀯. Tapi apa yang bisa gue lakukan, si Gibran jadi target komedi kayaknya, mending ngobrol tentang apa-apa aja, kayaknya tidak ada yang jernih πŸ˜’. Gue rasa Tompi lebih lucu kayaknya, tapi aku nggak bisa nonton kontes media sosial dengan sabar, kayaknya terlalu boros πŸ€¦β€β™‚οΈ. Si Gibran bilang dia tertawa, tapi sih gue punya pertanyaan, apa yang dihiburkan sih? πŸ˜‚
 
Aku pikir kontes bakat antara Tompi dan Pandji kayaknya nggak perlu diadakan lagi πŸ˜‚. Aku already terkejut banget dengar Gibran tertawa begitu keras karena kalian 2 bikin dia tertawa. Tapi kalau asal usulnya bukan tujuannya untuk membanting balik, tapi lebih untuk menunjukkan bakat kalian 2, aku rasa itu nggak masuk akal. πŸ€·β€β™‚οΈ

Tapi kayak giliran, Gibran sendiri juga terlihat tidak sabar. Dia langsung bilang bahwa Tompi dan Pandji harus diadakan lagi kalau mereka ingin jadi bakat. Aku rasa dia terlalu cepat nggak? πŸ˜… Kalau aku duduk di kursi pengadil, aku akan berikutan dengan Pandji, tapi aku juga akan memberikan kesempatan lebih untuk Tompi. 🀝

Saya rasa kalau kita mau jadi bakal bintang media sosial, kita harus tahu kapan harus menunjukkan diri kita sendiri dan kapan harus mengurangi kontes itu. Kalau tidak, aku bayar dengan cara ini, media sosial akan menjadi tempat yang nggak enak lagi πŸ€¦β€β™‚οΈ.
 
kembali
Top