Penerima Bansos di Kota Cirebon Jadi Korban Pemilihan Judi Online, 700 KPM Terblokir Akibatnya
Dalam kabar gembira bagi warga penerima bantuan sosial, terutama yang membutuhkan kesejahteraan, pemerintah berkesempatan untuk memberikan relief kepada mereka. Namun, di balik harapan ini, ada sebuah kekhawatiran besar mengenai warga-warganya sendiri yang justru menjadi korban dari program pemerintah tersebut.
Di Kota Cirebon, sebanyak 700 keluarga penerima manfaat (KPM) terblokir dari daftar Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) dan bantuan sosial lainnya. Penyebab utama yang menyebabkan pemilihan ini adalah dugaan warga-warganya terlibat dalam judi online.
Menurut data dari Dinas Sosial Kota Cirebon, awalnya ada 200 KPM yang diblokir, kemudian bertambah menjadi 400, dan akhirnya mencapai 700. Data ini berasal dari Kementerian Sosial yang dapat diakses melalui aplikasi Siks-NG.
Banyak faktor penyebab pemilihan ini, seperti warga masuk dalam pengurusan PT atau CV, menggunakan daya listrik lebih dari 1.300 watt, tidak ada di tempat tinggal mereka, dan bahkan meninggal dunia. Namun, yang paling berdampak adalah dugaan warga terlibat dalam judi online.
Sementara itu, Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon Ujang Mauludin mengatakan bahwa tingkat kemiskinan di Kota Cirebon mencapai 9,04% pada tahun 2024. Selain itu, jumlah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga meningkat menjadi 6,41% pada tahun 2025.
Pemilihan ini menimbulkan pertanyaan apakah pemerintah telah melakukan kebijakan yang tepat dalam mengatur bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan.
Dalam kabar gembira bagi warga penerima bantuan sosial, terutama yang membutuhkan kesejahteraan, pemerintah berkesempatan untuk memberikan relief kepada mereka. Namun, di balik harapan ini, ada sebuah kekhawatiran besar mengenai warga-warganya sendiri yang justru menjadi korban dari program pemerintah tersebut.
Di Kota Cirebon, sebanyak 700 keluarga penerima manfaat (KPM) terblokir dari daftar Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) dan bantuan sosial lainnya. Penyebab utama yang menyebabkan pemilihan ini adalah dugaan warga-warganya terlibat dalam judi online.
Menurut data dari Dinas Sosial Kota Cirebon, awalnya ada 200 KPM yang diblokir, kemudian bertambah menjadi 400, dan akhirnya mencapai 700. Data ini berasal dari Kementerian Sosial yang dapat diakses melalui aplikasi Siks-NG.
Banyak faktor penyebab pemilihan ini, seperti warga masuk dalam pengurusan PT atau CV, menggunakan daya listrik lebih dari 1.300 watt, tidak ada di tempat tinggal mereka, dan bahkan meninggal dunia. Namun, yang paling berdampak adalah dugaan warga terlibat dalam judi online.
Sementara itu, Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon Ujang Mauludin mengatakan bahwa tingkat kemiskinan di Kota Cirebon mencapai 9,04% pada tahun 2024. Selain itu, jumlah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga meningkat menjadi 6,41% pada tahun 2025.
Pemilihan ini menimbulkan pertanyaan apakah pemerintah telah melakukan kebijakan yang tepat dalam mengatur bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan.