Bulan Desember lalu, seorang pendaki muda dari Magelang bernama Syafiq Ridhan Ali razan terjebak di Gunung Slamet. Sejak saat itu, keluarganya dan Basarnas Semarang telah berusaha mencarinya. Pagi ini, tim SAR kembali mengerahkan 70 orang untuk mencari korban yang hilang.
Menurut staf Basarnas Semarang, Handika Hengki, awalnya ada sekitar 120 orang yang ingin mengikuti pencarian korban di Gunung Slamet. Namun, dengan mempertimbangkan segala kemungkinan yang bisa terjadi, Basarnas memutuskan untuk mengerahkan hanya 70 orang, yaitu empat tim.
"Kami bersama sukarelawan melanjutkan pencarian yang dimulai dari basecamp pada pukul 07.00 WIB," kata Handika. "Saat ini diperkirakan tim pencari dan penyelamat sudah sampai di pos pertama jalur pendakian."
Pencarian ini dijalankan dengan mempertimbangkan segala kemungkinan yang bisa terjadi, sehingga Basarnas khususkan pada personel atau sukarelawan yang sudah memiliki kualifikasi dan spesifikasi.
Namun, keluarga Syafiq Ridhan Ali diberi kesempatan untuk mengikuti pencarian. "Kemarin memang enggak jadi mendaki mencari korban karena ditutup," kata Handika. "Dengan kondisi cuaca cerah, hari ini keluarga bersama tiga tim ikut naik untuk menyisir di pos tiga dan pos lima ke bawah."
Menurut Handika, Syafiq Ridhan Ali tersesat karena sebelumnya korban sempat mengalami kram sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan. Pencarian dilakukan selama dua hari dan akan dihentikan pada Rabu. Semoga korban dapat ditemukan dengan selamat.
Menurut staf Basarnas Semarang, Handika Hengki, awalnya ada sekitar 120 orang yang ingin mengikuti pencarian korban di Gunung Slamet. Namun, dengan mempertimbangkan segala kemungkinan yang bisa terjadi, Basarnas memutuskan untuk mengerahkan hanya 70 orang, yaitu empat tim.
"Kami bersama sukarelawan melanjutkan pencarian yang dimulai dari basecamp pada pukul 07.00 WIB," kata Handika. "Saat ini diperkirakan tim pencari dan penyelamat sudah sampai di pos pertama jalur pendakian."
Pencarian ini dijalankan dengan mempertimbangkan segala kemungkinan yang bisa terjadi, sehingga Basarnas khususkan pada personel atau sukarelawan yang sudah memiliki kualifikasi dan spesifikasi.
Namun, keluarga Syafiq Ridhan Ali diberi kesempatan untuk mengikuti pencarian. "Kemarin memang enggak jadi mendaki mencari korban karena ditutup," kata Handika. "Dengan kondisi cuaca cerah, hari ini keluarga bersama tiga tim ikut naik untuk menyisir di pos tiga dan pos lima ke bawah."
Menurut Handika, Syafiq Ridhan Ali tersesat karena sebelumnya korban sempat mengalami kram sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan. Pencarian dilakukan selama dua hari dan akan dihentikan pada Rabu. Semoga korban dapat ditemukan dengan selamat.