Kekuasaan Amerika Serikat, kembali semakin memicu spekulasi baru soal target intervensi berikutnya setelah operasi militer yang menggulingkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Pernyataan dan tindakan terbaru dari pemerintahan AS menunjukkan peningkatan retorika agresif di panggung global, yang dapat menimbulkan ketegangan lebih lanjut dengan berbagai negara berdaulat.
Penting untuk diketahui bahwa kebanyaan dari ancaman ini masih berupa retorika politik. Namun, tidak bisa diabaikan begitu saja. Kedaulatan dan stabilitas beberapa negara, seperti Iran, Kolombia, Kuba, Kanada, Terusan Panama, dan Meksiko, terus dihadapi tekanan yang semakin kuat.
Dalam berbagai kesempatan, Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyinggung kemungkinan tindakan keras atau bahkan pengambilalihan wilayah lain yang dinilai strategis oleh Washington. Dari pernyataannya, dapat dipahami bahwa wilayah-wilayah tersebut menjadi sasaran empuk Amreka Serikat kali ini.
Dalam artikel ini, kita akan membahas 7 wilayah berpotensi diintervensi Amerika Serikat usai Venezuela. Berikut adalah penjelasan:
1. **Greenland**: Trump dan pejabat AS mengklaim bahwa Rusia dan Cina semakin aktif di perairan sekitar Greenland, sehingga Amerika harus mengambil alih kendali strategis pulau tersebut.
2. **Iran**: Gelombang demonstrasi besar di Iran dan pernyataan Trump yang mengancam akan menjatuhkan hukuman berat jika pemerintah Iran melakukan pembunuhan massal terhadap demonstran membuat banyak orang khawatir tentang tekanan atau intervensi militer AS.
3. **Kolombia**: Trump bahkan mengatakan bahwa operasi militer terhadap Kolombia “kedengarannya bagus” bagi dirinya ketika ditanya wartawan. Pernyataan semacam ini menunjukkan potensi eskalasi yang bisa memicu intervensi atau tindakan militer AS.
4. **Kuba**: Trump menyatakan keinginan “membantu orang-orang di Kuba” tetapi juga mengingatkan bahwa “kami ingin membantu orang-orang yang dipaksa keluar dari Kuba dan tinggal di negara ini [AS]”. Ini memperkuat teori konspirasi para pengikut Donald Trump bahwa Kuba akan diintervensi oleh Amerika Serikat.
5. **Kanada**: Hubungan perdagangan antara AS dan Kanada memanas sejak Trump menaikkan tarif impor tinggi sebesar 35 persen terhadap Kanada, kemudian menimbulkan ancaman penghentian negosiasi dagang usai iklan anti-tarif AS muncul di Ontario.
6. **Terusan Panama**: Terusan Panama — jalur penting perdagangan dunia — juga menjadi objek yang diincar oleh Washington, Trump pernah mengeklaim pada Maret 2025 bahwa ia perlu merebut kembali Terusan Panama, baik melalui pembelian saham atau tekanan lain meskipun ditentang pemerintah Panama sendiri.
7. **Meksiko**: Retorika Trump terhadap Meksiko semakin tajam setelah ia menuduh negara tersebut dikuasai kartel narkoba dan menyatakan bahwa Presiden Claudia Sheinbaum tidak dapat mengendalikan negaranya.
Dalam kesimpulan, ancaman AS pada wilayah-wilayah ini bukanlah hanya retorika. Kedaulatan dan stabilitas beberapa negara, seperti Iran, Kolombia, Kuba, Kanada, Terusan Panama, dan Meksiko, terus dihadapi tekanan yang semakin kuat.
Penting untuk diketahui bahwa kebanyaan dari ancaman ini masih berupa retorika politik. Namun, tidak bisa diabaikan begitu saja. Kedaulatan dan stabilitas beberapa negara, seperti Iran, Kolombia, Kuba, Kanada, Terusan Panama, dan Meksiko, terus dihadapi tekanan yang semakin kuat.
Dalam berbagai kesempatan, Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyinggung kemungkinan tindakan keras atau bahkan pengambilalihan wilayah lain yang dinilai strategis oleh Washington. Dari pernyataannya, dapat dipahami bahwa wilayah-wilayah tersebut menjadi sasaran empuk Amreka Serikat kali ini.
Dalam artikel ini, kita akan membahas 7 wilayah berpotensi diintervensi Amerika Serikat usai Venezuela. Berikut adalah penjelasan:
1. **Greenland**: Trump dan pejabat AS mengklaim bahwa Rusia dan Cina semakin aktif di perairan sekitar Greenland, sehingga Amerika harus mengambil alih kendali strategis pulau tersebut.
2. **Iran**: Gelombang demonstrasi besar di Iran dan pernyataan Trump yang mengancam akan menjatuhkan hukuman berat jika pemerintah Iran melakukan pembunuhan massal terhadap demonstran membuat banyak orang khawatir tentang tekanan atau intervensi militer AS.
3. **Kolombia**: Trump bahkan mengatakan bahwa operasi militer terhadap Kolombia “kedengarannya bagus” bagi dirinya ketika ditanya wartawan. Pernyataan semacam ini menunjukkan potensi eskalasi yang bisa memicu intervensi atau tindakan militer AS.
4. **Kuba**: Trump menyatakan keinginan “membantu orang-orang di Kuba” tetapi juga mengingatkan bahwa “kami ingin membantu orang-orang yang dipaksa keluar dari Kuba dan tinggal di negara ini [AS]”. Ini memperkuat teori konspirasi para pengikut Donald Trump bahwa Kuba akan diintervensi oleh Amerika Serikat.
5. **Kanada**: Hubungan perdagangan antara AS dan Kanada memanas sejak Trump menaikkan tarif impor tinggi sebesar 35 persen terhadap Kanada, kemudian menimbulkan ancaman penghentian negosiasi dagang usai iklan anti-tarif AS muncul di Ontario.
6. **Terusan Panama**: Terusan Panama — jalur penting perdagangan dunia — juga menjadi objek yang diincar oleh Washington, Trump pernah mengeklaim pada Maret 2025 bahwa ia perlu merebut kembali Terusan Panama, baik melalui pembelian saham atau tekanan lain meskipun ditentang pemerintah Panama sendiri.
7. **Meksiko**: Retorika Trump terhadap Meksiko semakin tajam setelah ia menuduh negara tersebut dikuasai kartel narkoba dan menyatakan bahwa Presiden Claudia Sheinbaum tidak dapat mengendalikan negaranya.
Dalam kesimpulan, ancaman AS pada wilayah-wilayah ini bukanlah hanya retorika. Kedaulatan dan stabilitas beberapa negara, seperti Iran, Kolombia, Kuba, Kanada, Terusan Panama, dan Meksiko, terus dihadapi tekanan yang semakin kuat.