7 Fakta Bripda Rio Gabung Tentara Bayaran Rusia: Naik Pangkat Letda, Bonus Rp420 Juta hingga Kena Sanksi PTDH

Bripda Muhammad Rio, seorang Bripda yang pernah menjadi koriposisi Brimob Polda Aceh, dinyatakan telah dipecat dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena terlibat dalam kasus disiplin. Perangkat kepolisian ini mengalami penurunan statusnya hingga tidak dapat lagi bekerja sebagai pegawai kepolisian.

Rio yang pernah bergabung dengan tentara bayaran Rusia, dikatakan telah diberhentikan tanpa hormat (PTDH) oleh Polri setelah dianggap melakukan disersi atau meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan satuan. Pemecatan tersebut diputuskan melalui Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang digelar secara in absentia pada Januari 2026.

Selama berada di dalam kepolisian, Rio telah menjalani sidang KKEP atas pelanggaran kode etik profesi Polri terkait kasus perselingkuhan dan pernikahan siri. Putusan sidang pada 14 Mei 2025 menjatuhkan sanksi administratif berupa mutasi demosi selama dua tahun serta penempatan di pelayanan markas (yanma) Brimob.

Sebelum diberhentikan, Rio tidak lagi masuk dinas sejak 8 Desember 2025 tanpa keterangan resmi. Pada 7 Januari 2026, Rio mengirimkan pesan WhatsApp kepada sejumlah pejabat internal Satbrimob Polda Aceh, termasuk anggota Provos dan pejabat pelayanan markas.

Dalam pesan tersebut, Rio diklaim menyandang pangkat setara letnan dua dalam struktur pasukan Rusia yang diikutinya. Selain itu, Rio juga menyebut menerima gaji sekitar Rp 42 juta per bulan dan bonus awal sebesar Rp 420 juta saat pertama kali bergabung dengan tentara bayaran Rusia.

Polda Aceh mengatakan bahwa proses etik terhadap Bripda Rio telah berjalan sejak jauh hari sebelum informasi keterlibatannya di luar negeri mencuat. Pemecatan Rio dilihat sebagai contoh dari pelanggaran disiplin yang serius dalam kepolisian.

Sementara itu, Brimob Polda Aceh juga mengatakan bahwa Rio telah diberhentikan tidak hormat (PTDH) setelah dianggap melakukan disersi atau meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan satuan. Rio yang pernah bergabung dengan tentara bayaran Rusia dikatakan telah diperbanyak mengeluh dan mengharapkan bantuan dari rekan-rekannya.

Kasus Bripda Rio menjadi sorotan bukan semata karena dugaan keterkaitannya dengan militer Rusia, melainkan rangkaian pelanggaran disiplin yang berujung pada pemecatan tidak hormat dari institusi Polri.
 
Aku pikir ini contoh bagus banget dari proses etik di dalam kepolisian. Si Bripda Rio ini kayaknya lupa bahwa dia adalah pegawai negara, bukan tentara bayaran Rusia. Aku tahu kalau banyak yang sedang ngerasa iri dengan keterlibatannya dengan Rusia, tapi aku pikir ini bukan masalah utama. Masalah utamanya adalah dia tidak mengikuti aturan dan menyebabkan disiplin di dalam kepolisian terganggu 😒. Aku setuju bahwa pemecatan ini perlu dilakukan untuk menjaga integritas kepolisian.
 
Gue pikir pemerintah ini punya keterlibatan ngegabung kembali lagi dgn luar negeri. Kalau Bripda Rio jadi militer Rusia, apa keberadaannya di dalam Polri kayaknya udah selesai aja. Kita ngga perlu lagi ngerasa nyangkut ya. Siapa-siapa yang punya hubungan keterlibatan dgn luar negeri harus berpikir jujur dan terbuka ya, tapi apa yang dilakukan Rio kayaknya jadi contoh bukan?
 
Aku pikir kalau Bripda Rio ini benar-benar melakukan kesalahan yang serius di satunya. Jangan sabar-sabaran mengeluh dan harap bantuan rekan-rekannya, itu gak bijak banget! Kalo nggak mau tunduk pada aturan dan disiplin, maka harus menerima konsekuensinya. Aku juga penasaran apa benar-benar ada bukti yang cukup tentang keterlibatan Rio dengan militer Rusia?
 
Wow 🤯, seru banget ngapik-ngapik Rio nih, siapa tahu dia benar-benar terlibat dengannya aja, tapi apa sisa yang jadi target adalah ia aja? Interesting 😂, sih kemana sekarang Rio sih, mau balas lapangan atau nggak?
 
Oooh, bikin senang dengerin kabar ini 🤔, tapi kan jelas Rio sudah jauh tidak lagi masuk dinas sejak 8 Desember 2025 😅. Maksudnya, apa sih yang membuat Polri harus pecat dia? Jadi aja dianggap melakukan disersi atau meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan satuan, tapi kan Rio sudah pernah diberhentikan sebelumnya juga 🤷‍♂️. Maksudnya, apa ada yang berbeda kini dari sebelumnya? Atau sih hanya ada yang ingin dipamerkan dan dikejutkan oleh masyarakat? 😊
 
Pesan ini pasti bikin kita penasaran apa aja aspeknya dari kasus Rio. Maksudnya kalau seseorang dipecat dari Polri karena terlibat dalam kasus disiplin, itu nggak cuma bisa saja tapi juga ada keterlibatan dugaan dengan luar negeri kayak Rusia. Tapi apa aja yang terjadi sebenarnya? Kasus ini memang bikin kita penasaran tentang bagaimana prosesnya dan apa aja yang dimaksud dengan "disersi" atau meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan satuan. Kalau kita lihat dari sisi disiplin, itu juga mungkin ada pelanggaran etik profesi Polri yang bisa dijadikan contoh bagi para pegawai kepolisian lainnya.
 
kembali
Top