691 KK Mengungsi Akibat Banjir Bandang di Sitaro Sulut, 17 Tewas

Dalam beberapa hari terakhir, Pulau Siau di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara mengalami banjir bandang yang mematikan. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 691 kepala keluarga terpaksa mengungsi dari rumah mereka karena banjir yang berkecamuk.

Sekitar 17 orang sudah meninggal dunia akibat banjir bandang, termasuk anak kecil yang ditemukan dalam kondisi rusak parah. Sementara itu, banyak rumah di wilayah tersebut hancur atau rusak parah, total 89 unit.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan bahwa BNPB masih melakukan pendataan dan identifikasi untuk memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan yang tepat. Proses pencarian korban hilang juga berlangsung intensif dengan melibatkan TNI, Polri, BPBD, serta relawan.

Dalam aspek penanganan medis, 12 orang korban dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan, sedangkan empat orang lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan di Manado. Berdasarkan laporan BNPB, kerusakan total di wilayah tersebut mencapai 90 unit rumah, tiga unit fasilitas pendidikan, dan beberapa bangunan kantor serta infrastruktur mengalami kerusakan.

BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro terus bekerja sama dengan BPBD Provinsi Sulawesi Utara untuk mempercepat penanganan darurat dan memastikan bantuan yang tepat kepada warga yang terdampak.
 
Banjir di Pulau Siau itu kerenahan banget! 691 kepala keluarga harus kabur dari rumah mereka? 17 orang sudah meninggal? Anak kecil yang ditemukan dalam kondisi rusak parah... itulah kalimat yang membuat aku terkejut dan sedih. Kita harus berdoa agar warga yang terdampak bisa cepat pulih dan tidak ada lagi korban.

Aku harap BNPB bisa segera menyelesaikan pendataan dan identifikasi untuk bantuan yang tepat, serta proses pencarian korban hilang bisa selesai cepat. Kita juga harus minta maaf kepada Allah SWT atas kerusakan yang dialami warga Siau itu.

Saya harap pemerintah dan BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro bisa bekerja sama dengan cepat untuk mempercepat penanganan darurat dan memberikan bantuan yang tepat kepada warga. Semoga warga Siau bisa pulih dan kembali ke normalnya secepat mungkin 🤕💔
 
Makasih info banget tentang banjir di Pulau Siau, tapi aku pertanyaannya, siapa nih yang bertanggung jawab dari kerusakan itu? Apakah ada yang bisa diubah agar jangan terjadi lagi seperti ini? Aku pikir 90 unit rumah yang hancur itu berarti banyak warga yang kehilangan tempat tinggal... Bagaimana caranya mendingin dan membantu mereka? 🤔
 
Banjir bandang di Pulau Siau pasti sangat berat, 691 kepala keluarga terpaksa mengungsi 🤕. Saya rasa BNPB harus cepat-cepat mendata dan identifikasi agar semua warga yang terdampak bisa menerima bantuan yang tepat 💪. Rumah-rumah di wilayah tersebut pasti sangat rusak, total 89 unit 🏠. Saya berharap BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro dan BNPB Provinsi Sulawesi Utara bisa bekerja sama untuk mempercepat penanganan darurat dan memberikan bantuan yang cepat dan tepat 💕.

Berikut adalah diagram banjir bandang di Pulau Siau:
```
+---------------------------------------+
| |
| Banjir Bandang Di Pulau Siau |
| |
+---------------------------------------+
| Rumah-Rumah Rusak |
| (Total: 89 Unit) |
| |
+---------------------------------------+
| Kerusakan Infrastruktur |
| (Bangunan, Jalan, dll.) |
| |
+---------------------------------------+
| Korban Hilang |
| (12 Orang Diberi Perawatan) |
| |
+---------------------------------------+
```
Saya berharap semoga banjir bandang di Pulau Siau bisa segera berakhir dan warga dapat kembali ke rumah mereka 🙏.
 
Maksudnya banjir di Pulau Siau itu kayaknya sudah lama aja, tapi ternyata gak selesai sambil menunggu. 691 kepala keluarga harus buang-bingitung dan ke mana lagi? 17 korban jiwa jadi 17 orang yang harus didadakan. Banyak rumah hancur, padahal di daerah ini kayaknya udah ada peringatan banjir dari lama. Saya harap BPBD bisa segera menyelesaikan pendataan dan identifikasi korban, biar bantuan yang diberikan tepat dan tidak ada yang ketinggalan 😔
 
Banjir di Pulau Siau nii, masih aja terpikir kalau banjir di kota Surabaya masa lalu, padahal sudah terlalu lama sekali. Bagaimana caranya nih kalau warga Pulau Siau bisa beradaptasi dengan gampangnya? Seharusnya pemerintah punya rencana yang lebih baik untuk menghadapi banjir ini. Sekarang masih ada banyak yang terjebak di rumahnya, masih banyak yang kehilangan harta benda... nanti kapan nih kalau mereka bisa kembali ke kehidupan sebelumnya?
 
kembali
Top