65 kampung nelayan merah putih masih terfokus di jawa, sementara pulau lainnya kurang mendapatkan perhatian. Menurut luthfian haekal, manajer keadilan hukum destructive fishing watch (dfw) indonesia, program ini hingga saat ini masih sangat fokus pada pulau jawa.
selama 65 kampung nelayan merah putih telah dibangun di seluruh Indonesia. Namun, ketika dianalisis secara lebih mendalam, ternyata terdapat perbedaan yang besar dalam penyebarannya. Hampir semua kampung nelayan tersebut berada di pulau jawa, sedangkan untuk pulau lain seperti kalimantan dan papua, masih kurang ada kampung nelayan.
seperti halnya di kepulauan riau hanya ada 3 kampung nelayan yang mempunyai total penyuluh hanya 3 orang. Sementara pada satu kampung nelayan di jawa, terdapat 3-4 penyuluh. Hal ini menunjukkan bahwa pulau jawa masih lebih mendapatkan perhatian dibandingkan dengan pulau lain.
selain itu, dari survei yang dilakukan oleh destructive fishing watch, hal yang paling membutuhkan intervensi adalah daerah-daerah di pulau timur. Karena daerah tersebut memiliki akses yang rendah dan jumlah personel yang terbatas sehingga akan menghadapi hambatan logistik dan waktu tempuh yang tinggi.
menurut luthfian, fungsi pembinaan koperasi di daerah tersebut menjadi administratif saja bukan proses penguatan kelembagaan. Hal ini menunjukkan bahwa perlu dilakukan intervensi lebih lanjut untuk meningkatkan fungsi dan efektivitas program koperasi di daerah-daerah yang membutuhkannya.
selama 65 kampung nelayan merah putih telah dibangun di seluruh Indonesia. Namun, ketika dianalisis secara lebih mendalam, ternyata terdapat perbedaan yang besar dalam penyebarannya. Hampir semua kampung nelayan tersebut berada di pulau jawa, sedangkan untuk pulau lain seperti kalimantan dan papua, masih kurang ada kampung nelayan.
seperti halnya di kepulauan riau hanya ada 3 kampung nelayan yang mempunyai total penyuluh hanya 3 orang. Sementara pada satu kampung nelayan di jawa, terdapat 3-4 penyuluh. Hal ini menunjukkan bahwa pulau jawa masih lebih mendapatkan perhatian dibandingkan dengan pulau lain.
selain itu, dari survei yang dilakukan oleh destructive fishing watch, hal yang paling membutuhkan intervensi adalah daerah-daerah di pulau timur. Karena daerah tersebut memiliki akses yang rendah dan jumlah personel yang terbatas sehingga akan menghadapi hambatan logistik dan waktu tempuh yang tinggi.
menurut luthfian, fungsi pembinaan koperasi di daerah tersebut menjadi administratif saja bukan proses penguatan kelembagaan. Hal ini menunjukkan bahwa perlu dilakukan intervensi lebih lanjut untuk meningkatkan fungsi dan efektivitas program koperasi di daerah-daerah yang membutuhkannya.