Dalam beberapa saat lalu, sebuah gempa bumi M6,4 terjadi di laut selatan Pacitan, Jawa Timur. Kejadian ini membuat sekitar enam rumah rusak parah akibat getaran kuatnya. Menurut BMKG, salah satu direncanakan berlokasi di kawasan Wonogiri dan Pacitan saja. Berikut adalah detail yang diberitakan oleh BMKG:
* Pacitan 1 rumah rusak berat (ambruk)
* Wonogiri 1 rumah rusak ringan (genteng rontok)
* Bantul 3 rumah rusak ringan (dinding retak dan plafon ambrol)
* Sleman 1 rumah rusak ringan (genteng rontok)
Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono mengkonfirmasi bahwa gempa bumi tersebut berdampak hingga daerah lain seperti Yogyakarta dan Jawa Tengah. Menurutnya, getaran dari gempa ini dapat merasakan nyata dalam rumah sehingga seakan-akan truk sedang berlalu.
Daryono juga mengungkapkan bahwa tidak ada potensi tsunami akibat gempa Pacitan. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Oleh karena itu, dia mendesak kepada masyarakat untuk memantau perkembangan peristiwa alam tersebut melalui kanal informasi resmi BMKG.
Dalam kejadian ini, Daryono mengimbau kepada masyarakat agar memeriksa informasi resmi hanya dari sumber yang terverifikasi.
* Pacitan 1 rumah rusak berat (ambruk)
* Wonogiri 1 rumah rusak ringan (genteng rontok)
* Bantul 3 rumah rusak ringan (dinding retak dan plafon ambrol)
* Sleman 1 rumah rusak ringan (genteng rontok)
Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono mengkonfirmasi bahwa gempa bumi tersebut berdampak hingga daerah lain seperti Yogyakarta dan Jawa Tengah. Menurutnya, getaran dari gempa ini dapat merasakan nyata dalam rumah sehingga seakan-akan truk sedang berlalu.
Daryono juga mengungkapkan bahwa tidak ada potensi tsunami akibat gempa Pacitan. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Oleh karena itu, dia mendesak kepada masyarakat untuk memantau perkembangan peristiwa alam tersebut melalui kanal informasi resmi BMKG.
Dalam kejadian ini, Daryono mengimbau kepada masyarakat agar memeriksa informasi resmi hanya dari sumber yang terverifikasi.