Amerika Serikat (AS) tengah mempersiapkan diri untuk menguasai cadangan minyak terbesar di dunia, yaitu Venezuela. Serangan udara AS pada Sabtu lalu waktu setempat dan tangkapan Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya Cilia Flores membuat pihak AS bisa mengambil alih pengelolaan cadangan minyak tersebut.
Perdana Menteri AS mengklaim serangan tersebut dilakukan untuk mencegah peredaran narkotika internasional, namun sejumlah pihak menilai bahwa agresi ini merupakan bentuk intervensi yang bertujuan menguasai kekayaan sumber daya alam.
Dikatakan oleh Trump, AS akan memperbaiki infrastruktur minyak di Venezuela dan meningkatkan produksi minyak. Namun, rencana tersebut masih belum jelas dan perlu dipertimbangkan dengan hati-hati.
Perusahaan-perusahaan minyak asal AS seperti Chevron dan ConocoPhillips telah memberikan tanggapan atas rencana Trump. Mereka menekankan keselamatan dan kesejahteraan karyawan serta integritas aset mereka. Namun, perusahaan tersebut belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana Trump maupun potensi keterlibatan mereka di sektor minyak Venezuela.
Sementara itu, Saudi Aramco dan Shell masih belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana Trump. Namun, perusahaan-perusahaan ini akan memantau perkembangan di Venezuela dan implikasi potensialnya terhadap pasokan dan stabilitas energi global.
Pihak AS telah menunjukkan niat untuk mengambil alih pengelolaan cadangan minyak Venezuela. Namun, rencana tersebut masih perlu dipertimbangkan dengan hati-hati dan harus mempertimbangkan kepentingan semua pihak yang terlibat.
Perdana Menteri AS mengklaim serangan tersebut dilakukan untuk mencegah peredaran narkotika internasional, namun sejumlah pihak menilai bahwa agresi ini merupakan bentuk intervensi yang bertujuan menguasai kekayaan sumber daya alam.
Dikatakan oleh Trump, AS akan memperbaiki infrastruktur minyak di Venezuela dan meningkatkan produksi minyak. Namun, rencana tersebut masih belum jelas dan perlu dipertimbangkan dengan hati-hati.
Perusahaan-perusahaan minyak asal AS seperti Chevron dan ConocoPhillips telah memberikan tanggapan atas rencana Trump. Mereka menekankan keselamatan dan kesejahteraan karyawan serta integritas aset mereka. Namun, perusahaan tersebut belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana Trump maupun potensi keterlibatan mereka di sektor minyak Venezuela.
Sementara itu, Saudi Aramco dan Shell masih belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana Trump. Namun, perusahaan-perusahaan ini akan memantau perkembangan di Venezuela dan implikasi potensialnya terhadap pasokan dan stabilitas energi global.
Pihak AS telah menunjukkan niat untuk mengambil alih pengelolaan cadangan minyak Venezuela. Namun, rencana tersebut masih perlu dipertimbangkan dengan hati-hati dan harus mempertimbangkan kepentingan semua pihak yang terlibat.