Investasi Hilirisasi RI Capai Rp 584 Triliun, Sulawesi Tengah Jadi Tujuan Paling Besar
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengakui bahwa realisasi investasi hilirisasi selama Januari-Desember 2025 mencapai Rp 584,1 triliun. Ini meningkat 43,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Investasi hilirisasi ini setara 30,2% dari total realisasi investasi di Tanah Air pada periode tersebut. Rosan menyebutkan bahwa tren meningkatnya sektor hilirisasi membuat pemerintah fokus pada hal ini.
"Memang kita highlight sektor hilirisasi karena kita lihat tren meningkat. Dulu hilirisasi investasi 25%, sekarang 30%, kita lihat meningkat," kata Rosan saat Konferensi Pers Capaian Kinerja Investasi 2025 di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta.
Dari total investasi hilirisasi pada 2025 ini, mayoritas atau sebesar 73,5% masih berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nilai Rp 429,6 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hanya sebesar 26,5% atau sekitar Rp 154,5 triliun.
Investasi hilirisasi terbesar masih di Luar Jawa dengan porsi 71,1% atau sekitar Rp 415,4 triliun. Kemudian, untuk Jawa tercatat sebesar 28,9% atau sekitar Rp 168,7 triliun.
Berikut adalah daftar 5 daerah dengan investasi hilirisasi terbesar di RI sepanjang 2025:
1. Sulawesi Tengah: Rp 110 triliun
2. Maluku Utara: Rp 74,8 triliun
3. Jawa Barat: Rp 71,4 triliun
4. Banten: Rp 41,3 triliun
5. Jawa Timur: Rp 36,7 triliun
Investasi hilirisasi ini terdiri dari sektor mineral Rp 373,1 triliun, perkebunan dan kehutanan Rp 144,5 triliun, minyak dan gas bumi (migas) Rp 60 triliun, dan perikanan dan kelautan Rp 6,4 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengakui bahwa realisasi investasi hilirisasi selama Januari-Desember 2025 mencapai Rp 584,1 triliun. Ini meningkat 43,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Investasi hilirisasi ini setara 30,2% dari total realisasi investasi di Tanah Air pada periode tersebut. Rosan menyebutkan bahwa tren meningkatnya sektor hilirisasi membuat pemerintah fokus pada hal ini.
"Memang kita highlight sektor hilirisasi karena kita lihat tren meningkat. Dulu hilirisasi investasi 25%, sekarang 30%, kita lihat meningkat," kata Rosan saat Konferensi Pers Capaian Kinerja Investasi 2025 di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta.
Dari total investasi hilirisasi pada 2025 ini, mayoritas atau sebesar 73,5% masih berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nilai Rp 429,6 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hanya sebesar 26,5% atau sekitar Rp 154,5 triliun.
Investasi hilirisasi terbesar masih di Luar Jawa dengan porsi 71,1% atau sekitar Rp 415,4 triliun. Kemudian, untuk Jawa tercatat sebesar 28,9% atau sekitar Rp 168,7 triliun.
Berikut adalah daftar 5 daerah dengan investasi hilirisasi terbesar di RI sepanjang 2025:
1. Sulawesi Tengah: Rp 110 triliun
2. Maluku Utara: Rp 74,8 triliun
3. Jawa Barat: Rp 71,4 triliun
4. Banten: Rp 41,3 triliun
5. Jawa Timur: Rp 36,7 triliun
Investasi hilirisasi ini terdiri dari sektor mineral Rp 373,1 triliun, perkebunan dan kehutanan Rp 144,5 triliun, minyak dan gas bumi (migas) Rp 60 triliun, dan perikanan dan kelautan Rp 6,4 triliun.