Pameran QRIS, Hukum yang Mendukung Ekonomi Digital
Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, memamerkan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di forum internasional. Keduanya menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi pembayaran digital.
Menurut Jokowi, adopsi QRIS yang luas ini telah memberikan akses terhadap sistem pembayaran yang sama untuk perusahaan besar dan pedagang kecil di desa. "QRIS Indonesia menjadikan pembayaran digital mudah dan universal," kata Jokowi saat berpidato di Bloomberg New Economy Forum, Singapura.
Hal ini menunjukkan pentingnya membangun infrastruktur digital yang memadai, termasuk infrastruktur finansial serta regulasi yang tepat sebelum memasuki era ekonomi cerdas. "Infrastruktur menjadi fondasi bagi konektivitas, arus data, dan integrasi teknologi," kata Jokowi.
Dengan regulasi yang mendukung, ekosistem digital dapat tumbuh lebih cepat dan kuat, sehingga mendorong lahirnya inovasi, teknologi baru, dan peluang kewirausahaan. Hal ini menurut Jokowi memungkinkan startup besar seperti Gojek, Tokopedia, Halodoc, dan Traveloka tumbuh.
Selain itu, pemerintah juga memastikan generasi muda dan pelaku UMKM dibekali keterampilan digital agar dapat berkembang di ekosistem ekonomi baru. "Dan kami juga memastikan bahwa pertumbuhan ini berkelanjutan bagi masyarakat dan planet kita," kata Jokowi.
Gibran, yang juga anak Jokowi, memamerkan QRIS di hadapan pemimpin dunia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan. Keduanya menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi pembayaran digital.
Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, memamerkan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di forum internasional. Keduanya menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi pembayaran digital.
Menurut Jokowi, adopsi QRIS yang luas ini telah memberikan akses terhadap sistem pembayaran yang sama untuk perusahaan besar dan pedagang kecil di desa. "QRIS Indonesia menjadikan pembayaran digital mudah dan universal," kata Jokowi saat berpidato di Bloomberg New Economy Forum, Singapura.
Hal ini menunjukkan pentingnya membangun infrastruktur digital yang memadai, termasuk infrastruktur finansial serta regulasi yang tepat sebelum memasuki era ekonomi cerdas. "Infrastruktur menjadi fondasi bagi konektivitas, arus data, dan integrasi teknologi," kata Jokowi.
Dengan regulasi yang mendukung, ekosistem digital dapat tumbuh lebih cepat dan kuat, sehingga mendorong lahirnya inovasi, teknologi baru, dan peluang kewirausahaan. Hal ini menurut Jokowi memungkinkan startup besar seperti Gojek, Tokopedia, Halodoc, dan Traveloka tumbuh.
Selain itu, pemerintah juga memastikan generasi muda dan pelaku UMKM dibekali keterampilan digital agar dapat berkembang di ekosistem ekonomi baru. "Dan kami juga memastikan bahwa pertumbuhan ini berkelanjutan bagi masyarakat dan planet kita," kata Jokowi.
Gibran, yang juga anak Jokowi, memamerkan QRIS di hadapan pemimpin dunia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan. Keduanya menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi pembayaran digital.