Transformasi geometri di kelas 11 SMA merupakan materi yang sangat penting dalam belajar matematika. Transformasi geometri memiliki beberapa jenis, seperti pencerminan, pergeseran, perputaran, dan dilatasi. Masing-masing jenis transformasi geometri memiliki rumus dan penjelasannya masing-masing.
Pencerminan merupakan salah satu bentuk transformasi geometri yang menggambarkan perpindahan suatu titik pada bidang melalui sebuah cermin datar. Hasil pencerminan memiliki bentuk dan ukuran yang sama, berjarak sama dari cermin, serta berada pada posisi yang saling berhadapan.
Rumus untuk melakukan pencerminan terhadap sumbu -x adalah:
A' = (2h - x, y)
Rumus untuk melakukan pencerminan terhadap sumbu -y adalah:
A' = (-x, 2b - y)
Contoh soal transformasi geometri kelas 11 SMA dapat dilihat di atas. Soal-soal tersebut mencakup jenis-jenis transformasi geometri yang dibahas di atas, seperti pencerminan, pergeseran, perputaran, dan dilatasi.
Dalam contoh soal tersebut, kita dapat melihat rumus-rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan pencerminan terhadap sumbu -x, kita dapat menggunakan rumus A' = (2h - x, y).
Contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan segmen garis AB dengan A(2, 1) dan B(4, -2)".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus-rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan dilatasi terhadap pusat (0, 0) dengan faktor skala k, kita dapat menggunakan rumus A' = (kx, ky).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis 3x -2y = 6 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 3".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan rotasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat titik N(x, y) dicerminkan terhadap garis y =-2 dilanjutkan dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala -3".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan refleksi terhadap sumbu x, kita dapat menggunakan rumus A' = (2h - x, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat titik P(x, y) dirotasikan sejauh 180 derajat terhadap titik pusat (1, 1)".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan rotasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis x+2y=4 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 3".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan rotasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat titik M(x, y) dilakukan refleksi terhadap sumbu x".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan refleksi terhadap sumbu x, kita dapat menggunakan rumus A' = (2h - x, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat titik P(x, y) dilakukan translasi sejauh vektor (1, 3)".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan translasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis 3x-2y=6 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 2".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan dilatasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis 3x-2y=6 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 3".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan dilatasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis 3x-2y=6 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 2".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan dilatasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis 3x-2y=6 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 4".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan dilatasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis 3x-2y=6 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 0.5".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan dilatasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis 3x-2y=6 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 4".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan dilatasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis 3x-2y=6 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 0.5".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan dilatasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis 3x-2y=6 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 4".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan dilatasi terhadap garis vertikal x = 3
Pencerminan merupakan salah satu bentuk transformasi geometri yang menggambarkan perpindahan suatu titik pada bidang melalui sebuah cermin datar. Hasil pencerminan memiliki bentuk dan ukuran yang sama, berjarak sama dari cermin, serta berada pada posisi yang saling berhadapan.
Rumus untuk melakukan pencerminan terhadap sumbu -x adalah:
A' = (2h - x, y)
Rumus untuk melakukan pencerminan terhadap sumbu -y adalah:
A' = (-x, 2b - y)
Contoh soal transformasi geometri kelas 11 SMA dapat dilihat di atas. Soal-soal tersebut mencakup jenis-jenis transformasi geometri yang dibahas di atas, seperti pencerminan, pergeseran, perputaran, dan dilatasi.
Dalam contoh soal tersebut, kita dapat melihat rumus-rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan pencerminan terhadap sumbu -x, kita dapat menggunakan rumus A' = (2h - x, y).
Contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan segmen garis AB dengan A(2, 1) dan B(4, -2)".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus-rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan dilatasi terhadap pusat (0, 0) dengan faktor skala k, kita dapat menggunakan rumus A' = (kx, ky).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis 3x -2y = 6 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 3".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan rotasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat titik N(x, y) dicerminkan terhadap garis y =-2 dilanjutkan dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala -3".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan refleksi terhadap sumbu x, kita dapat menggunakan rumus A' = (2h - x, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat titik P(x, y) dirotasikan sejauh 180 derajat terhadap titik pusat (1, 1)".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan rotasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis x+2y=4 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 3".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan rotasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat titik M(x, y) dilakukan refleksi terhadap sumbu x".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan refleksi terhadap sumbu x, kita dapat menggunakan rumus A' = (2h - x, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat titik P(x, y) dilakukan translasi sejauh vektor (1, 3)".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan translasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis 3x-2y=6 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 2".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan dilatasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis 3x-2y=6 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 3".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan dilatasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis 3x-2y=6 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 2".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan dilatasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis 3x-2y=6 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 4".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan dilatasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis 3x-2y=6 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 0.5".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan dilatasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis 3x-2y=6 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 4".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan dilatasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis 3x-2y=6 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 0.5".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan dilatasi terhadap garis vertikal x = 3, kita dapat menggunakan rumus A' = (-x + a - b, y).
Demikian pula, contoh soal tersebut juga mencakup beberapa pertanyaan tentang koordinat titik yang diperoleh dari hasil transformasi geometri. Misalnya, "Koordinat bayangan garis 3x-2y=6 oleh dilatasi dengan pusat (0, 0) dan faktor skala 4".
Dalam jawaban soal tersebut, kita dapat melihat rumus yang digunakan untuk melakukan setiap jenis transformasi geometri. Misalnya, untuk melakukan dilatasi terhadap garis vertikal x = 3