Tiga warga negara Indonesia (WNI) terjebak di Pulau Socotra, Yaman, saat serangan militer Arab Saudi ke Pelabuhan Mukalla, Yaman.
Ketiga orang WNI ini terdampar di Socotra karena wilayah udara Yaman ditutup pada saat serangan militer ke pelabuhan Mukalla. Aktivitas penerbangan berhenti akibat tutupan tersebut, sehingga ketiga orang WNI ini tidak dapat berpindah tempat dari Socotra.
Menurut Plt Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Heni Hamidah, ketiga orang WNI ini masuk ke Socotra melalui jasa operator wisata Tour Socotra yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA).
Untuk menangani tiga orang WNI yang terjebak di Socotra itu, Kemlu lantas berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Muscat, Riyadh, hingga Abu Dhabi.
Plt Direktur Pelindungan WNI Heni Hamidah menyatakan bahwa ketiga orang WNI berada dalam keadaan baik, sehat, dan aman. Ia menambahkan bahwa penerbangan dari maskapai Yemenia Airways sudah tersedia untuk mereka.
Ketiga orang WNI ini terdampar di Socotra karena wilayah udara Yaman ditutup pada saat serangan militer ke pelabuhan Mukalla. Aktivitas penerbangan berhenti akibat tutupan tersebut, sehingga ketiga orang WNI ini tidak dapat berpindah tempat dari Socotra.
Menurut Plt Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Heni Hamidah, ketiga orang WNI ini masuk ke Socotra melalui jasa operator wisata Tour Socotra yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA).
Untuk menangani tiga orang WNI yang terjebak di Socotra itu, Kemlu lantas berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Muscat, Riyadh, hingga Abu Dhabi.
Plt Direktur Pelindungan WNI Heni Hamidah menyatakan bahwa ketiga orang WNI berada dalam keadaan baik, sehat, dan aman. Ia menambahkan bahwa penerbangan dari maskapai Yemenia Airways sudah tersedia untuk mereka.