Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama tujuh hari mulai 23 sampai 29 Januari. Penetapan ini dilakukan karena masih ada desa yang terisolir akibat dampak bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.
Menurut data yang dirilis pemerintah kabupaten, sebanyak 10 desa masih terisolir dan tersebar di tiga kecamatan. Empat desa di Kecamatan Ketol dan satu desa di Kecamatan Silih Nara belum dapat dilalui kendaraan roda dua atau empat. Sementara itu, lima desa lainnya di Kecamatan Linge baru dapat diakses menggunakan kendaraan roda dua.
Akibat kondisi tersebut, sebanyak 3.600 jiwa masih terisolasi dan hanya dapat bergantung pada upaya penanganan darurat dari pemerintah daerah. Pelaksana tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Tengah, Mustafa Kamal, mengatakan bahwa hingga saat ini akses ke beberapa kampung masih belum sepenuhnya pulih.
Kondisi di lapangan masih bersifat dinamis, terutama karena sejumlah titik longsor dan jalan amblas yang sudah dibersihkan berpotensi kembali rusak apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi atau dilalui kendaraan dengan beban berat. Namun, perubahan jumlah desa yang terisolasi masih mungkin terjadi, meskipun tidak signifikan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan, sembari mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.
Menurut data yang dirilis pemerintah kabupaten, sebanyak 10 desa masih terisolir dan tersebar di tiga kecamatan. Empat desa di Kecamatan Ketol dan satu desa di Kecamatan Silih Nara belum dapat dilalui kendaraan roda dua atau empat. Sementara itu, lima desa lainnya di Kecamatan Linge baru dapat diakses menggunakan kendaraan roda dua.
Akibat kondisi tersebut, sebanyak 3.600 jiwa masih terisolasi dan hanya dapat bergantung pada upaya penanganan darurat dari pemerintah daerah. Pelaksana tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Tengah, Mustafa Kamal, mengatakan bahwa hingga saat ini akses ke beberapa kampung masih belum sepenuhnya pulih.
Kondisi di lapangan masih bersifat dinamis, terutama karena sejumlah titik longsor dan jalan amblas yang sudah dibersihkan berpotensi kembali rusak apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi atau dilalui kendaraan dengan beban berat. Namun, perubahan jumlah desa yang terisolasi masih mungkin terjadi, meskipun tidak signifikan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan, sembari mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.