Longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara, Jawa Tengah, masih menyebabkan akses warga terisolasi. Menurut BPBD Kabupaten Jepara, total 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga di Desa Tempur masih belum bisa mengakses luar desa karena longsor yang terjadi pada tanggal 9 Januari 2026.
Titik-titik longsor yang berparah tersebar di Desa Tempur adalah sepanjang Sungai Gelis, termasuk titik pertigaan dekat spot foto "Selamat Datang" dan jembatan Mbah Sujak. Banyak rumah warga terendam lumpur atau rusak akibat longsor. Jaringan listrik di Desa Tempur juga padam total setelah satu tiang listrik roboh.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Jepara telah melakukan berbagai upaya darurat untuk mempercepat penanganan dan membuka kembali akses warga yang terisolasi. Upayanya meliputi koordinasi lintas pihak, asesmen lapangan, pembersihan material longsor secara manual menggunakan alat konvensional (Alkon), pembukaan dapur umum, serta pengerahan alat berat seperti ekskavator.
Namun, akses jalan utama masih belum dapat dibuka karena kondisi cuaca yang ekstrem. Kendala utama di lapangan adalah material batu berukuran besar yang masih terus berjatuhan dari tebing dan cuaca yang tidak mendukung.
Titik-titik longsor yang berparah tersebar di Desa Tempur adalah sepanjang Sungai Gelis, termasuk titik pertigaan dekat spot foto "Selamat Datang" dan jembatan Mbah Sujak. Banyak rumah warga terendam lumpur atau rusak akibat longsor. Jaringan listrik di Desa Tempur juga padam total setelah satu tiang listrik roboh.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Jepara telah melakukan berbagai upaya darurat untuk mempercepat penanganan dan membuka kembali akses warga yang terisolasi. Upayanya meliputi koordinasi lintas pihak, asesmen lapangan, pembersihan material longsor secara manual menggunakan alat konvensional (Alkon), pembukaan dapur umum, serta pengerahan alat berat seperti ekskavator.
Namun, akses jalan utama masih belum dapat dibuka karena kondisi cuaca yang ekstrem. Kendala utama di lapangan adalah material batu berukuran besar yang masih terus berjatuhan dari tebing dan cuaca yang tidak mendukung.