Operasi pencarian korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari ketiga. Ternyata, sekitar 80 korban masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor di sejumlah titik. Operasi SAR dilakukan dengan berbagai metode seperti penyisiran manual oleh personel di lapangan, penggunaan pompa air atau alkon untuk menyibak timbunan lumpur, serta relawan yang meyiagakan alat berat.
Saat ini, sebanyak 2.129 personel SAR gabungan dikerahkan secara besar-besaran guna mempercepat kemungkinan korban yang masih tertimbun. Banyak alat berat seperti ekskavator digunakan untuk mencari korban. Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S., mengatakan bahwa operasi SAR dilakukan dengan berbagai metode.
Ternyata, sampai Minggu lalu, tim SAR telah mengevakuasi 25 kantong jenazah dari area longsor. Dari itu, 17 jenazah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara sisanya masih dalam proses pemeriksaan.
Saat ini, sebanyak 2.129 personel SAR gabungan dikerahkan secara besar-besaran guna mempercepat kemungkinan korban yang masih tertimbun. Banyak alat berat seperti ekskavator digunakan untuk mencari korban. Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S., mengatakan bahwa operasi SAR dilakukan dengan berbagai metode.
Ternyata, sampai Minggu lalu, tim SAR telah mengevakuasi 25 kantong jenazah dari area longsor. Dari itu, 17 jenazah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara sisanya masih dalam proses pemeriksaan.