Kerusuhan Tanah Longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat Kembali Dilancarkan Operasi Pencarian Korban
Operasi pencarian korban bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kembali dilanjutkan pada Senin (26/1). Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan sekitar 80 warga yang dilaporkan hilang sejak peristiwa longsor terjadi.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, sebanyak 17 orang hingga Minggu (25/1). Dari 17 korban itu, 11 di antaranya telah berhasil diidentifikasi.
Pada Minggu kemarin, tim SAR gabungan telah menyerahkan total 25 kantong jenazah. Jumlah ini sudah termasuk dari 11 jenazah yang berhasil teridentifikasi serta enam yang masih proses identifikasi.
Operasi pencarian dilakukan dengan metode manual, penggunaan alkon, hingga pengerahan alat berat. Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, TNI dan Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, BNPB, Kementerian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta unsur relawan dan komunitas SAR.
Pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi 2 sektor, yaitu Sektor A di bagian Timur dan Sektor B di bagian barat Desa Pasirlangu. Hari ini ada 9 excavator yang akan digerakkan untuk melaksanakan pencarian.
Berdasarkan data sementara, hingga hari ini tim telah mengevakuasi 25 kantong jenazah (bodypack) dari lokasi bencana. Sementara itu, sekitar 80 korban lainnya masih dalam proses pencarian. Seluruh jenazah yang ditemukan langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi.
Yudhi Bramantyo N.S., M.Tr.Opsla, Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, berharap kondisi cuaca pada hari ini mendukung pelaksanaan operasi SAR agar pencarian dapat dilakukan secara optimal hingga sore hari.
Operasi pencarian korban bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kembali dilanjutkan pada Senin (26/1). Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan sekitar 80 warga yang dilaporkan hilang sejak peristiwa longsor terjadi.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, sebanyak 17 orang hingga Minggu (25/1). Dari 17 korban itu, 11 di antaranya telah berhasil diidentifikasi.
Pada Minggu kemarin, tim SAR gabungan telah menyerahkan total 25 kantong jenazah. Jumlah ini sudah termasuk dari 11 jenazah yang berhasil teridentifikasi serta enam yang masih proses identifikasi.
Operasi pencarian dilakukan dengan metode manual, penggunaan alkon, hingga pengerahan alat berat. Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, TNI dan Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, BNPB, Kementerian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta unsur relawan dan komunitas SAR.
Pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi 2 sektor, yaitu Sektor A di bagian Timur dan Sektor B di bagian barat Desa Pasirlangu. Hari ini ada 9 excavator yang akan digerakkan untuk melaksanakan pencarian.
Berdasarkan data sementara, hingga hari ini tim telah mengevakuasi 25 kantong jenazah (bodypack) dari lokasi bencana. Sementara itu, sekitar 80 korban lainnya masih dalam proses pencarian. Seluruh jenazah yang ditemukan langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi.
Yudhi Bramantyo N.S., M.Tr.Opsla, Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, berharap kondisi cuaca pada hari ini mendukung pelaksanaan operasi SAR agar pencarian dapat dilakukan secara optimal hingga sore hari.