13 Polisi Diperiksa Kasus Penganiayaan Warga Maros Main Kembang Api

Makassar, CNN Indonesia - Kasus polisi yang menyalakan kembang api di malam tahun baru di Maros, Sulawesi Selatan, dinaikkan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan. Hal ini dilakukan setelah penyidik melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan mengumpulkan alat bukti.

Menurut Kapolres Maros AKBP Douglas Mahendrajaya, saat ini 15 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi, di mana 13 di antaranya adalah anggota Polri yang bertugas di Polres Maros. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan institusi dalam merespons laporan masyarakat terkait tindakan represif yang dilakukan oleh oknum polisi.

Kapolres Mahendrajaya juga memohon maaf kepada korban, keluarga korban, dan masyarakat atas insiden tersebut. Ia menyampaikan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan dan jika terbukti bersalah, sanksi etik menanti di samping proses peradilan pidana yang terus berjalan.

Kasus ini melibatkan seorang warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, bernama Akbar (26) yang diduga dianiaya oleh oknum polisi akibat menyalakan petasan di malam pergantian tahun. Akbar melaporkan kasus tersebut ke propam dan Satreskrim Polres Maros.

Menurut Akbar, saat dia berada di kawasan Pantai Tak Berombak (PTB) untuk merayakan tahun baru bersama rekan-rekannya sambil menyalakan kembang api, datang sejumlah oknum polisi yang menanyakan terkait petasan yang dibakar. Namun, terjadi ketegangan sehingga warga kembali melerai dan oknum polisi itu pergi.

Beberapa saat kemudian, oknum polisi tersebut kembali datang dan meminta agar kejadian itu diselesaikan secara baik-baik. Namun, terjadi lagi ketegangan, sehingga warga kembali melerai dan oknum polisi itu pergi. Akbar sempat dibawa ke pos pengamanan dan kemudian dibawa ke Polres Maros untuk diperiksa.

Di dalam sel, Akbar dituduh melemparkan petasan ke arah petugas dan hendak memukul polisi. Namun, tuduhan tersebut dibantahnya. Setelah itu, dia dipaksa tandatangani surat pernyataan, tapi tidak tahu apa isinya.
 
kalo nonton aksi di malam tahun baru tuh benar-benar keren🀯 tapi akses ke info tuh agak kabur. mungkin ada yang bilang oknum polisi itu buat main-main ya, tapi kalau jadi seperti itu akses ke info juga harus lebih baik lagi.
 
Pikirannya yang buruk tuh kasus ini nih πŸ€”. Jika gak ada kembang api, rasanya nggak ada kesempatan untuk bertengkar denger-dengerin dekat ke polisi kan? πŸ˜‚ Jadi aku rasa ini bukan kasus polisi yang serius aja, tapi kayaknya lebih seperti kasus warga yang nggak tahu cara menghadapi polisi kan? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Wah, kasus ini sangat membuat aku terkejut 🀯! Siapa tahu yang berani menyalakan kembang api di malam tahun baru? Kalau aku sendiri, aku suka merayakannya dengan makan nasi goreng dan minum bir 🍺. Tapi, kalau aku tidak yakin apakah itu aman atau tidak, aku lebih baik tidak lakukan. Hmm... 15 orang yang dimintai keterangan, itu sudah cukup banyak ya πŸ˜…. Aku harap kasus ini selesai dengan cepat dan adil, biar korban bisa damai lagi πŸ™.
 
gampang banget kapolres itu buat kasus ini dinaikkan status perkara ke penyidikan. tapi sebenarnya siapa yang salah? warga itu nggak salah menerjemahkan kebun api, kalau oknum polisi yang salah karena memanfaatkan kesempatan untuk menangkap seseorang tanpa alasan yang jelas πŸ€”

dan apa dengan 13 anggota Polri yang dimintai keterangan? apakah itu buat mencari pembelaan atau apa? seharusnya mereka nggak campur urusan, tapi malah menjadi pihak yang salah lagi πŸ˜’

saya senang melihat ada kesadaran dari Kapolres ini untuk menyesali insiden tersebut dan mengakui kesalahan oknum polisi. tapi yang penting adalah agar kebenaran diungkapkan dan sanksi etik diberikan kepada siapa yang bersalah πŸ’―
 
πŸ€” siapa yang bilang bahwa oknum polisi itu benar-benar bertugas di Polres Maros? kayaknya kapolres AKBP Douglas Mahendrajaya lagi-lagi memutar belit untuk menghindari tanggung jawab. apa yang pasti, kasus ini masih dalam tahap penyidikan, tapi sampai ke mana penyelidikan itu? siapa yang nanti akan bertanggung jawab atas insiden ini? πŸ™„
 
aku sengaja melihat kasus ini, aku kira kalau oknum polisi yang ada di sana nanti pasti akan terkena hukuman... tapi aku juga memperhatikan hal yang membuat korban merasa ketakutan itu dari sumbernya apa? misalnya apakah ada yang meminta bantuan atau memberikan informasi tentang kejadian tersebut? aku rasa kalau oknum polisi yang bersalah ini pasti tidak akan sampai ke tahap ini jika buktinya sudah lengkap dan saksi-saksinya juga bisa berbagi pengalamannya...
 
Gue pikir kalau insiden ini gampang banget, tapi kemudian gue nonton video yang diunggah ke media sosial, dan gue rasa masih bingung. Jadi, gue jadi opini bahwa ini gak bisa dipastikan sih, apalagi kalau di dalam sel Akbar dituduh apa-apa yang dia buat. Gue setuju dengan Kapolres Mahendrajaya yang memohon maaf kepada korban dan keluarga korban, tapi gue rasa masih perlu ada tindakan lebih lanjut. Kalau gue adalah korban, aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di malam tahun baru itu. Tapi, kalau gue hanya penggemar netizen, maka aku rasa ini bisa jadi conspiracy... atau apa? πŸ˜‚
 
Saya pikir ini salah keputusan sama-sama. Kapolres harus lebih berhati-hati dan sabar dulu sebelum mengambil tindakan yang drastis. Akbar juga tidak perlu dijadikan korban semata-mata karena oknum polisi yang salah. Saya rasa harus ada bantuan dari organisasi lain seperti Polda atau bahkan kementerian hukum dan haysiup untuk mengatasi kasus ini dengan lebih cepat dan tepat.
 
Aku rasa kayaknya oknum polisi di Maros yang ngeremboh warga itu benar-benar perlu dihadapkan ke pengadilan πŸ˜•. Aku masih ingat saat-saat saya duduk di rumah mengganti tahun baru dengan keluarga, kita selalu menyalakan kembang api dan merayakannya dengan gembira 🎊. Tapi aku tidak pernah bayangkan bahwa ada orang yang bisa menghancurkan suasana itu dengan tindakan represif seperti itu πŸ˜”.

Aku rasa apa yang harus dilakukan adalah memberikan sanksi yang tepat kepada oknum polisi yang bersalah, dan juga memberikan bantuan kepada korban yang telah mengalami kekerasan 😊. Aku harap pihak berwajib akan dapat menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan adil πŸ’―.
 
ini kasus yang bikin kita bingung deh... si warga itu bernama Akbar, dia buleh-beleh dianiaya oleh oknum polisi di malam pergantian tahun... tapi ternyata dia cuma menyalakan kembang api aja, biar liburan tahun baru jadi lebih seru... dan oknum polisi yang salah itu langsung menyeruduk ke tempatnya... apa kabar dari korban? apakah dia lumayan bisa dipulihkan?

tapi apa yang paling bikin saya kesal adalah ada 15 orang yang dimintai keterangan sebagai saksi, tapi siapa-siapa yang menceritakan cerita ini? warga yang bersangkutan dengan oknum polisi itu? atau si polisi itu sendiri yang mau jujur tentang apa yang terjadi?

saya harap ada yang bisa menjelaskan apa benar-benar yang terjadi di sana... dan apa yang akan dilakukan dengan oknum polisi yang salah itu... kita perlu tahu, kita perlu ketahui... πŸ€”
 
Ini kisah yang bikin hati bergetar πŸ€•. Sepertinya ada sesuatu yang salah dengan cara polisi menangani kasus ini. Saya pikir lebih baik jika korban bisa berbicara langsung dengan Kapolres atau ada wakil dari pihaknya, bukan dipaksa tandatangani surat pernyataan tanpa tahu apa-apa. Ini seperti terduga di dalam kandang πŸ“. Saya harap kasus ini bisa segera terselesaikan dan tidak ada lagi korban yang terluka.
 
ini kasusnya makin menarik πŸ€”
kapolres ngerasa kesal dengan oknum polisi yang nggak beres πŸ™„
kita butuh lebih transparansi dan jujur dalam penyelidikan ini πŸ’‘
sangat penting untuk memastikan bahwa korban mendapatkan keadilan yang sebenarnya 🀝
di sini saya makaipototitas 15 orang yang dimintai keterangan sebagai saksi, tapi saya masih perlu penjelasan lebih lanjut tentang apa sajakah yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut πŸ€”
untuk itu, saya sarankan agar penyelidikan ini dilakukan dengan lebih cepat dan akurat ⏱️
dan jangan lupa untuk memastikan bahwa korban mendapatkan bantuan yang cukup dari pemerintah πŸ’Έ
 
ini kasus nyeritunya! kalau oknum polisi bisa menyalakan kembang api dan bikin warga marah, nggak apa-apa lagi? harusnya jangan cuma-cuma memukul korban dan nanti mau tandatangani surat pernyataan aja, sih. tapi si apakah korban sudah terima? atau masih terluka? kalau udah terluka, gimana caranya dia bisa mendapat sumber daya untuk sembuh?
 
Maksudnya sih, kalau oknum polisi bisa menyalakan kembang api di malam tahun baru, sumber daya kita semua sudah habis 🀯. Tapi, gue rasa langkah ini dari Kapolres Maros sudah baik, karena minimal ada kesadaran bahwa oknum polisi itu harus bertanggung jawab atas tindakannya. Sayangnya, insiden ini masih terjadi dan korban warga lainnya juga belum bisa dilihat, jadi kita semua harus sabar dan berharap agar kasus ini segera selesai 🀞.
 
kasus ini nggak sengaja banget πŸ˜’. siapa yang bilang polisi harus memenuhi syarat baru tahun? siapa lagi yang ngerasa nyangka ada di kantong mereka? kalau punya kesal, jangan bunuh aja, ari πŸ‘Š.
 
Penggunaan penindakan berlebihan oleh oknum polisi yang menyalakan kembang api di malam tahun baru itu masih terasa sangat tidak enak untuk dipikirkan πŸ˜•. Bagaimana kalau kita asumsikan, oknum tersebut adalah wakil dari pemerintahan? Atau mungkin mereka hanya mengikuti instruksi dari atap? πŸ€”. Yang jelas, penggunaan bahaya oleh polisi tidak perlu, apalagi karena tidak ada yang melarang menyalakan kembang api di malam tahun baru πŸ˜‚. Maka dari itu, saya rasa harus ada langkah untuk mengatasi masalah ini dengan serius dan transparan, agar kita bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi 🀝.
 
Saya rasa masih banyak hal yang harus diperhatikan di sini... Apa benar dia dipaksa tandatangani surat pernyataan tanpa tahu apa isinya? itu bikin saya ragu apa yang benar-benar terjadi di situ. dan mohon maaf kapolres, tapi 15 orang yang dimintai keterangan sama sekali tidak ada di antara mereka apa kebenaran yang akan keluar nanti?
 
Gue pikir kalau kasus ini agak serius banget, kan? Polisi yang menyalakan kembang api di malam tahun baru? Gue rasa itu bukan main-main, tapi gue juga memahami bahwa oknum polisi itu mungkin tidak tahu apa-apa. Tapi gue pikir kalau kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, itu orang yang baik, kan? Dia memohon maaf kepada korban dan keluarganya, itu menunjukkan dia benar-benar peduli dengan kasus ini.

Gue rasa yang penting adalah agar kasus ini selesai dengan cepat dan adil. Gue harap bahwa penyelidikan ini akan membawa hasil yang positif dan tidak ada lagi kejadian seperti ini di masa depan. Dan gue juga harap agar korban, Akbar, bisa menikmati tahun baru dengan damai dan aman. 🀞
 
Kasus ini memang menarik perhatian kita semua πŸ€”. Jadi nih, kalau oknum polisi itu menyalakan kembang api di malam tahun baru dan korban melaporkan, apa yang salah dengan itu? πŸ™„. Tapi kalau di baliknya terjadi ketegangan antara warga dan polisi, itu memang bisa jadi ada masalah 😬.

Saya rasa yang penting ini adalah kita harus mencari penyelesaian yang adil untuk korban dan semua pihak yang terlibat πŸ’ͺ. Kapolres yang menekankan keseriusan institusi Polri, itu enak banget! πŸ™. Tapi sekarang, aku pikir penting juga kita mempertimbangkan bagaimana kita bisa mencegah hal seperti ini terjadi kembali di masa depan 🀝.
 
kembali
Top