Bencana alam tak kenal daya di Sumut, 13 orang meninggal akibat banjir dan longsor. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Utara (Sumut) mengatakan ada 13 korban meninggal dunia di tujuh kabupaten/kota setelah bencana hidrometeorologi terjadi pada Sabtu lalu hingga Selasa kemarin.
Korban yang dinyatakan meninggal dunia berada di dua kabupaten, yaitu Tapanuli Selatan dengan 9 orang korban dan Tapanuli Tengah sebanyak 4 orang. Sedangkan di lain-lain dua kabupaten/kota, seperti Sibolga, Mandailing Natal, Tapanuli Utara, Nias Selatan, dan Padangsidimpuan, jumlah korban meninggal dunia yang dinyatakan masih dalam pendataan.
Sri Wahyuni Pancasilawati, Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Provinsi Sumut, mengatakan total 37 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut. Di Tapanuli Selatan, ada tiga orang masih dinyatakan hilang. Pengungsi yang ada di kabupaten/kota-kabupaten tersebut mencapai 561 kepala keluarga atau 2.244 jiwa.
Di Mandailing Natal, ada 13 unit rumah rusak berat, satu unit sekolah rusak, dan banjir merendam 85 hektare lahan pertanian warga. Di Tapanuli Utara, ada 19 kepala keluarga yang tidur di pengungsian, lima unit rumah rusak berat, dan empat titik ruas jalan rusak.
Sementara itu, di Nias Selatan hanya satu korban dinyatakan meninggal dunia dan satu ruas jalan terganggu. Di Padangsidimpuan, ada satu korban dinyatakan hilang, dan 220 jiwa tinggal di pengungsian.
Korban yang dinyatakan meninggal dunia berada di dua kabupaten, yaitu Tapanuli Selatan dengan 9 orang korban dan Tapanuli Tengah sebanyak 4 orang. Sedangkan di lain-lain dua kabupaten/kota, seperti Sibolga, Mandailing Natal, Tapanuli Utara, Nias Selatan, dan Padangsidimpuan, jumlah korban meninggal dunia yang dinyatakan masih dalam pendataan.
Sri Wahyuni Pancasilawati, Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Provinsi Sumut, mengatakan total 37 orang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut. Di Tapanuli Selatan, ada tiga orang masih dinyatakan hilang. Pengungsi yang ada di kabupaten/kota-kabupaten tersebut mencapai 561 kepala keluarga atau 2.244 jiwa.
Di Mandailing Natal, ada 13 unit rumah rusak berat, satu unit sekolah rusak, dan banjir merendam 85 hektare lahan pertanian warga. Di Tapanuli Utara, ada 19 kepala keluarga yang tidur di pengungsian, lima unit rumah rusak berat, dan empat titik ruas jalan rusak.
Sementara itu, di Nias Selatan hanya satu korban dinyatakan meninggal dunia dan satu ruas jalan terganggu. Di Padangsidimpuan, ada satu korban dinyatakan hilang, dan 220 jiwa tinggal di pengungsian.