Dikisahkan, menonton film bersama pasangan suami istri bisa menjadi cara sederhana untuk mempererat kedekatan emosional. Film-film romantis ini tak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga refleksi tentang komitmen, pengorbanan, dan dinamika hubungan yang dijalani dalam kehidupan. Dengan itu, berikut 10 film romantis Barat untuk pasangan suami istri yang bisa kamu pertimbangkan menonton bersama.
Berlatar di kalangan elite Rusia, Anna Karenina (2012) mengisahkan perjuangan cinta dan tekanan norma sosial yang membuat kisahnya terasa tragis sekaligus emosional. Di sisi lain, The Vow (2012) menceritakan kisah cinta pasangan Kim Carpenter dan istrinya setelah Krickitt kehilangan ingatan setelah mengalami kecelakaan mobil. Film ini memperlihatkan bagaimana komitmen dan cinta yang tulus mampu bertahan di tengah kondisi sulit.
Salah satu film romantis ikonik sepanjang masa, Notting Hill (1999) mengisahkan pertemuan tak terduga antara pemilik toko buku sederhana William Thacker dan aktris terkenal dunia Anna Scott. Kisah cinta mereka terasa ringan, manis, dan penuh kehangatan.
Di Amerika Serikat era 1940-an, The Notebook (2004) menceritakan kisah cinta Allie dan Noah yang penuh gairah namun harus terpisah oleh keadaan dan perang. Film ini menampilkan perjalanan cinta yang diuji oleh waktu, jarak, dan pilihan hidup.
Kisah cinta Jack dan Rose dalam Titanic (1997) sukses meninggalkan kesan mendalam bagi penonton karena perpaduan romansa dan tragedi. Berlatar pada kecelakaan tenggelamnya kapal RMS Titanic, film ini mengisahkan bagaimana hubungan mereka harus berakhir tragis.
Film romantis bergenre sci-fi ini, The Time Travelerโs Wife (2009), diadaptasi dari novel karya Audrey Niffenegger. Ceritanya berfokus pada Clare, yang mencintai Henry, seorang pustakawan dengan kemampuan menjelajah waktu akibat kelainan genetik.
Di antara film-film romantis lainnya seperti Midnight Sun (2018) dan A Beautiful Mind (2001), keduanya memperlihatkan perjuangan cinta di tengah kondisi yang tidak biasa. Dengan nuansa romantis dan drama yang menyentuh, Midnight Sun mengangkat kisah cinta Katie Price seorang gadis dengan kondisi Xeroderma Pigmentosum.
Sementara itu, A Beautiful Mind menyoroti perjuangan cinta dalam pernikahan di tengah kondisi mental yang berat. Diadaptasi dari kisah nyata matematikawan John Nash yang mengidap skizofrenia paranoid, film ini tidak hanya menampilkan kejeniusannya tetapi juga kesetiaan dan cinta tulus sang istri.
Sampai pada film-film komedi ringan seperti Before Sunrise (1995) dan Meet the Parents (2000), keduanya memadukan unsur komedi dengan romansa, menampilkan usaha seorang pria untuk mendapatkan restu dan diterima oleh keluarga kekasihnya.
Berlatar di kalangan elite Rusia, Anna Karenina (2012) mengisahkan perjuangan cinta dan tekanan norma sosial yang membuat kisahnya terasa tragis sekaligus emosional. Di sisi lain, The Vow (2012) menceritakan kisah cinta pasangan Kim Carpenter dan istrinya setelah Krickitt kehilangan ingatan setelah mengalami kecelakaan mobil. Film ini memperlihatkan bagaimana komitmen dan cinta yang tulus mampu bertahan di tengah kondisi sulit.
Salah satu film romantis ikonik sepanjang masa, Notting Hill (1999) mengisahkan pertemuan tak terduga antara pemilik toko buku sederhana William Thacker dan aktris terkenal dunia Anna Scott. Kisah cinta mereka terasa ringan, manis, dan penuh kehangatan.
Di Amerika Serikat era 1940-an, The Notebook (2004) menceritakan kisah cinta Allie dan Noah yang penuh gairah namun harus terpisah oleh keadaan dan perang. Film ini menampilkan perjalanan cinta yang diuji oleh waktu, jarak, dan pilihan hidup.
Kisah cinta Jack dan Rose dalam Titanic (1997) sukses meninggalkan kesan mendalam bagi penonton karena perpaduan romansa dan tragedi. Berlatar pada kecelakaan tenggelamnya kapal RMS Titanic, film ini mengisahkan bagaimana hubungan mereka harus berakhir tragis.
Film romantis bergenre sci-fi ini, The Time Travelerโs Wife (2009), diadaptasi dari novel karya Audrey Niffenegger. Ceritanya berfokus pada Clare, yang mencintai Henry, seorang pustakawan dengan kemampuan menjelajah waktu akibat kelainan genetik.
Di antara film-film romantis lainnya seperti Midnight Sun (2018) dan A Beautiful Mind (2001), keduanya memperlihatkan perjuangan cinta di tengah kondisi yang tidak biasa. Dengan nuansa romantis dan drama yang menyentuh, Midnight Sun mengangkat kisah cinta Katie Price seorang gadis dengan kondisi Xeroderma Pigmentosum.
Sementara itu, A Beautiful Mind menyoroti perjuangan cinta dalam pernikahan di tengah kondisi mental yang berat. Diadaptasi dari kisah nyata matematikawan John Nash yang mengidap skizofrenia paranoid, film ini tidak hanya menampilkan kejeniusannya tetapi juga kesetiaan dan cinta tulus sang istri.
Sampai pada film-film komedi ringan seperti Before Sunrise (1995) dan Meet the Parents (2000), keduanya memadukan unsur komedi dengan romansa, menampilkan usaha seorang pria untuk mendapatkan restu dan diterima oleh keluarga kekasihnya.