Pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tentang pasien super flu di Bandung
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa kasus pasien super flu atau Influenza A H3N2 subclade K yang meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, bukan disebabkan oleh virus flu. Pasien itu diketahui mengidap penyakit penyerta (komorbid) dalam tubuhnya.
Menteri Budi menjelaskan bahwa pasien super flu dapat meninggal karena penyakit penyerta lain yang mereka idami, bukan hanya karena adanya virus flu. Dia membandingkan hal ini dengan contoh seseorang yang mengidap flu kemudian mengalami kecelakaan hingga merenggut nyawanya. Namun, meninggalnya pasien itu sebenarnya karena dia terkena kecelakaan, bukan karena flunya.
Menteri Kesehatan juga memastikan bahwa virus ini memiliki fatality rate (tingkat kematian) yang rendah meskipun penularannya tinggi. Namun dia juga menjelaskan bahwa virus ini tak sama dengan Covid-19 dan dapat diatasi dengan pengobatan standar.
Menteri Budi menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tetap hati-hati dan sadar adanya penyakit super flu, namun tidak perlu panik. Ia juga mengimbau penerapan pencegahan dasar seperti daya tahan tubuh, hidup sehat, serta menerapkan prokes untuk menangkalnya.
Jika sistem imunitas kita bagus dan kita menjaga kesehatan dengan baik, maka kita dapat melawan penyakit super flu. Namun, jangan lupa untuk menggunakamasker dan mencuci tangan untuk menghindari penularan.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa kasus pasien super flu atau Influenza A H3N2 subclade K yang meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, bukan disebabkan oleh virus flu. Pasien itu diketahui mengidap penyakit penyerta (komorbid) dalam tubuhnya.
Menteri Budi menjelaskan bahwa pasien super flu dapat meninggal karena penyakit penyerta lain yang mereka idami, bukan hanya karena adanya virus flu. Dia membandingkan hal ini dengan contoh seseorang yang mengidap flu kemudian mengalami kecelakaan hingga merenggut nyawanya. Namun, meninggalnya pasien itu sebenarnya karena dia terkena kecelakaan, bukan karena flunya.
Menteri Kesehatan juga memastikan bahwa virus ini memiliki fatality rate (tingkat kematian) yang rendah meskipun penularannya tinggi. Namun dia juga menjelaskan bahwa virus ini tak sama dengan Covid-19 dan dapat diatasi dengan pengobatan standar.
Menteri Budi menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk tetap hati-hati dan sadar adanya penyakit super flu, namun tidak perlu panik. Ia juga mengimbau penerapan pencegahan dasar seperti daya tahan tubuh, hidup sehat, serta menerapkan prokes untuk menangkalnya.
Jika sistem imunitas kita bagus dan kita menjaga kesehatan dengan baik, maka kita dapat melawan penyakit super flu. Namun, jangan lupa untuk menggunakamasker dan mencuci tangan untuk menghindari penularan.