Pihak Berwajib Tenggara terpaksa menghadapi kekalahan yang parah dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 beberapa hari lalu. Dengan menyebutkan nama korban, pihaknya akhirnya berhasil menemukan identitas salah satu dari korban kecelakaan tersebut. Jenazah yang ditemukan pada Minggu lalu sekitar pukul 14.20 Wita di lereng Gunung Bulusaraung teridentifikasi sebagai Deden Maulana, pegawai bidang pengelola barang milik daerah di Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Identifikasi dilakukan setelah rangkaian pemeriksaan post mortem dan ante mortem yang dilakukan pada jenazah tersebut. Pihak berwajib menetapkan bahwa identifikasi lebih bergantung pada kondisi jenazah dibandingkan dengan proses evakuasi, sehingga tidak dapat dijalankan secara paralel.
Menurut informasi yang diberikan oleh Kepala Biddokes Polda Sulsel, Muhammad Haris, proses identifikasi membutuhkan ketelitian dan ketepatan agar terhindar dari kesalahan yang bisa berakibat fatal pada korban atau keluarga mereka.
Setelah identifikasi selesai, peti jenazah Deden Maulana dibungkus dengan terpal biru diserahkan kepada istri almarhum di lokasi yang sama di mana jenazah tersebut ditemukan. Penyerahan dilakukan saat cuaca masih ekstrem dan tidak berada dalam kondisi yang baik.
Identifikasi dilakukan setelah rangkaian pemeriksaan post mortem dan ante mortem yang dilakukan pada jenazah tersebut. Pihak berwajib menetapkan bahwa identifikasi lebih bergantung pada kondisi jenazah dibandingkan dengan proses evakuasi, sehingga tidak dapat dijalankan secara paralel.
Menurut informasi yang diberikan oleh Kepala Biddokes Polda Sulsel, Muhammad Haris, proses identifikasi membutuhkan ketelitian dan ketepatan agar terhindar dari kesalahan yang bisa berakibat fatal pada korban atau keluarga mereka.
Setelah identifikasi selesai, peti jenazah Deden Maulana dibungkus dengan terpal biru diserahkan kepada istri almarhum di lokasi yang sama di mana jenazah tersebut ditemukan. Penyerahan dilakukan saat cuaca masih ekstrem dan tidak berada dalam kondisi yang baik.